Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Linux

Swapfile di Linux

 Selama saya menggunakan Linux, implementasi swap itu selalu berupa partisi yang ada di hard disk atau SSD. Alias kuota swap ditentukan pada saat melakukan partisi hard disk atau SSD. Dimana ada ketentuan kuota atau ukuran swap itu 2 kali ukuran RAM yang terpasang. Akan tetapi rupanya aturan tersebut menjadi aturan yang kuno, karena semenjak penggunakan RAM yang jamak di kapasitas 8 GB dan bahkan lebih. Maka aturan yang lebih modern menyarankan untuk menggunakan ketentuan sebagai berikut, tergantung penggunaannya. Ukuran swap 1/2 sampai 1 kali RAM bila untuk penggunaan tanpa hibernasi. Dan ukuran 1 sampai 2 kali RAM bila sistem akan digunakan dengan hibernasi. Dengan menggunakan swap yang berupa partisi, maka bila ada perubahan peruntukkan, maka kita perlu melakukan instalasi ulang dalam rangka mengubah ukuran swap-nya. Akan tetapi hal itu tidak diperlukan lagi, bila kita menggunakan swap berupa file. Dimana ukuran swap itu kita kelola setelah selesai instalasi dan kita bisa mengub...

Anomali di Web Whatsapp

  Bagi pengguna Linux OS, saat menggunakan aplikasi Whatsapp pada umumnya akan menggunakan aplikasi web whatsapp. Berbeda dengan Windows yang disediakan aplikasi whatsapp desktop. Selama ini, saya tidak menemui kendala. Akan tetapi akhir-akhir ini muncul anomali, dimana saya tidak bisa membuka Group Info dari sebuah grup whatsapp.  Dari berbagai sumber ada yang menyarankan untuk membuang cache, cookies dari browser. Akan tetapi beragam jenis solusi yang ditawarkan, akhirnya untuk kasus tersebut cukup sederhana solusinya. Yaitu saat melakukan login pastikan window browser tidak terbuka secara full screen, cukup buka window browsernya setengah layar, maka anomali tersebut hilang dengan sendirinya.

Cara Mudah Upgrade Kernel di Slackware

Artikel berikut bisa disebut sebagai cara lain yang lebih mudah bagaimana cara upgrade kernel di Slackware.  Yaitu setelah kernel-nya di upgrade, ada 2 hal yang perlu kita lakukan, yaitu mkinitrd dan eliloconfig. Keduanya dilakukan dari command pkgtool. # pkgtool Lalu pilih "Setup" kemudian beri tanda * (dengan cara menekan spasi) pada mkinitrd dan ll.eliloconfig Maka sistem akan menjalankan script untuk make initrd ke kernel yang baru saja kita update dan eliloconfig-nya. Setelah itu baru reboot. Demikian.

SERBA-SERBI DISTRO LINUX

KEUNIKAN Setiap distro memiliki keunikan tersendiri. Dan berikut adalah keunikan yang saya temui selama menggunakan OS Linux. Bila selama ini, kita membaca manual sebuah command, maka biasanya kita langsung dihadapkan pada manual tersebut, tanpa menunggu opsi yang ada. Akan tetapi pada openSUSE, kita akan diberi 2 opsi mau membaca manual untuk user atau untuk programmer. Meski secara default manual akan masuk ke user, akan tetapi beberapa detik tersebut membuatnya menjadi unik. Dan kelakuan tersebut hanya saya temui di openSUSE. Ada pengalaman unik juga, saat saya menggunakan RHEL 9, yaitu pada waktu itu, saya bermaksud menginstall paket simple-scan, dan rupanya belum ada untuk RHEL 9, akan tetapi saya bisa menggantinya dengan simple-scan untuk RHEL 8. Bila tidak saya temukan di keluarga RHEL, saya bisa juga menginstal dari Fedora. Jadi cara installnya adalah dengan menggunakan command rpm -i. Itu adalah keunikan yang saya temui sewaktu menggunakan RHEL 9. Keunikan ketiga yang akan say...

Cara Upgrade Kernel Linux di Slackware

Contoh kasus : Upgrade kernel dari versi 5.15.19 ke 5.15.80. Pastikan prosedur berikut dilakukan dalam lingkungan GUI dengan akun root. Agar mudah dalam melakukan copy command-nya di poin ke-2. (1) Sebelum di upgrade kernelnya, jalankan dulu perintah berikut : # /usr/share/mkinitrd/mkinitrd_command_generator.sh Nanti akan ada rekomendasi command yang perlu dilakukan.  mkinitrd -c -k 5.15.19 -f ext4 -r /dev/sda3 -m usb-storage:xhci-hcd:xhci-pci:ohci-pci:ehci-pci:uhci-hcd:ehci-hcd:hid:usbhid:i2c-hid:hid_generic:hid-asus:hid-cherry:hid-logitech:hid-logitech-dj:hid-logitech-hidpp:hid-lenovo:hid-microsoft:hid_multitouch:jbd2:mbcache:crc32c_intel:crc32c_generic:ext4 -u -o /boot/initrd.gz Copy instruksi tersebut (simpan ke text editor) dan ubahlah versi kernelnya ke yang baru yaitu, dari 5.15.19 ke 5.15.80. Sehingga command-nya menjadi seperti berikut : # mkinitrd -c -k 5.15.80 -f ext4 -r /dev/sda3 -m usb-storage:xhci-hcd:xhci-pci:ohci-pci:ehci-pci:uhci-hcd:ehci-hcd:hid:usbhid:i2c-hid:hid...

Menu Sleep Yang Menghilang

  Ada hal aneh terjadi pada komputer saya baru-baru ini. Yaitu di OS Windows 10, menu "Sleep"-nya menghilang entah kemana? Setelah mencari tahu di forum-forum, sudah saya coba berkali-kali, tetap saja menu "Sleep"-nya tidak bisa dimunculkan.  Hal itu rupanya terjadi juga pada saat saya menggunakan OS Linux, yaitu sistem tidak bisa di suspend (di sleep). Jadi begitu $ systemctl suspend, maka layar menjadi gelap akan tetapi komputer tetap menyala. Dan begitu kita wake up, maka sistem menjadi hang. Setelah mencari tahu di forum Linux, tetap tidak juga ketemu solusinya. Akhirnya saya menganalisa bahwa, bagaimana dua OS yang berbeda sama-sama tidak bisa di "sleep" atau di "suspend" ? Maka hal tersebut mengarah kepada settingan BIOS-nya.  Dan Alhamdulillah, setelah saya mengembalikan ke settingan awal (Load Optimized Default), maka komputer saya akhirnya bisa di sleep atau di suspend dengan normal kembali. Alias menu "Sleep" di Windows 10 yan...

macOS Ala Gnome Shell

Desain User Interface desktop macOS sejak dari awal hingga sekarang terkesan tidak mengalami banyak perubahan yang berarti. Yaitu dengan tampilan top panel, dengan notification ada disebelah kanan atas, yang terdiri dari tanggal, status koneksi internet, dan panel untuk log out. Oleh karena itu, maka Gnome 3 atau biasa dikenal dengan Gnome Shell dibuat berkat inspirasi tampilan macOS yang seperti itu-itu saja. Akan tetapi dengan beberapa modifikasi tentu saja. Layout Gnome Shell standart, hanya menampilkan top panel dengan tanggal dan jam di bagian tengah. Kemudian panel logout ada di sebelah kanan. Sementara sebelah kiri menampilkan text “Activities”. Dan Dock standartnya dibuat hidden di sebelah kiri (akan muncul bila kita klik “Activities” atau tombol “Super” (tombol keyboard dengan logo Windows). Perilaku layout Gnome Shell tersebut, bisa kita buat agar bisa menyerupai layout macOS dengan cara menambahkan beberapa gnome extension, yaitu: Dash To Dock Ini adalah ...

CARA NYAMAN MIGRASI KE LINUX

Berikut adalah pengalaman saya bagaimana migrasi ke Linux dengan cara yang nyaman . Setelah kurang lebih 15 tahun selalu menggunakan OS Windows, mulai dari Windows 3.1 sampai Windows 7. Maka sekitar tahun 2010- an , secara penuh saya bisa migrasi ke Linux dengan cara yang nyaman. Bagaimana caranya? - 1 - Mencari aplikasi alternatif yang biasa kita pakai di Windows. Pada waktu itu, aplikasi yang biasa saya pakai adalah MS Office. Maka alternatif MS Office aplikasi yang berjalan di Linux dan Windows adalah OpenOffice , atau Libre Office . Maka yang perlu dilakukan adalah menginstall aplikasi alternatif tersebut di Windows. Kemudian kita biasakan untuk menggunakannya sampai merasa nyaman. Demikian juga untuk browser. B ila di Windows, kita terbiasa menggunakan Internet Explorer, maka kita cari aplikasi alternatif yang berjalan di kedua OS tersebut . Dalam hal ini, ada beberapa, antara lain : Firefox, Opera, Chrome. Pada waktu itu, aku memilih Firefox. - 2 - Meningkatkan ...

MEMAHAMI "systemd"

Setelah hampir satu dekade bergumul dengan distro Slackware Linux, dan sekarang mencoba lagi Fedora 28, ada dua hal penting yang menjadi bahan pembelajaran di Fedora. Yaitu, bagaimana cara mengubah boot up mode-nya ke mode text (console) dan bagaimana mengubah jenis font virtual console secara sistem. Ada perbedaan mendasar antara kedua distro tersebut, dalam hal penanganan init . Yaitu Slackware menggunakan System V init (atau biasa disingkat dengan init); sementara Fedora menggunakan systemd. Init software adalah proses pertama yang dijalankan sejak komputer booting (dihidupkan) sampai shutdown (dimatikan). Oleh karena itu, ia memiliki pid 1 (alias proses id = 1). Hal ini bisa dilihat dengan perintah : $ pstree Hasil pstree di Fedora

Fedora 27

Mengikuti perkembangan distro Fedora , seolah mengikuti perkembangan software open source yang begitu cepat. Karena release cycle-nya adalah setiap 6 bulan, pasti ada new release, sejak Fedora Core 4.0 sampai sekarang Fedora 27. Tentu ada beda sebanyak 23 release cycle alias 11 tahun berselang maka tentu ada perkembangan yang berubah drastis tentu saja. Fedora Code 4.0 (FC 4.0) yang waktu itu masih menggunakan installer anaconda, saat ini anaconda mengalami perubahan drastis. Karena sejak release Fedora 22 (?), source code anaconda dibuat dari awal ( create from scratch ), alias dirubah secara drastis dari awal lagi. Ada konsistensi dari awal sampai sekarang bahwa warna biru menjadi pilihan distro ini. Ada hal menarik yang aku jumpai sewaktu mencoba install lagi Fedora 27, yaitu begitu sulitnya menangani partisi hard disk dengan installer default anaconda dalam mode grafis (GUI). Mengingat di hard disk yang akan saya timpa tersebut sudah ada Slackware -nya. Maka apa y...

Linux Yang Baik Hati

Ada beberapa pengguna Windows yang kadang curhat ke aku tentang gangguan virus saat mereka berkomputasi. Salah satunya adalah saudaraku sendiri yang tergolong end user. Mengapa file-file yang ada di flash disknya kok tiba-tiba menghilang? Atau mengapa jadi aneh? Rupanya setelah aku periksa dengan Linux tentu saja, terlihat jelas bahwa ada virus disana. Yaitu jenis virus yang menyembunyikan file-nya dan membuat shortcut ke folder yang akan di eksekusi seolah-olah itu adalah file kepunyaan pengguna. Akan tetapi disitulah jebakan batman-nya. Yaitu kode jahat yang akan dijalankan, begitu kita meng-klik short cut tsb. Bila kita menganalisa dengan  Windows, maka fenomena keanehan tersebut akan berjalan. Karena virus tersebut memang didesain untuk menyasar Windows. Akan tetapi bila kita menggunakan Linux, maka jelas sudah bahwa itu adalah kerjaan sebuah virus. Dan sudah beberapa kali aku menemui kasus seperti itu. Dan akhirnya apa yang aku lakukan? Cukup aku ambil data yang di s...

Windows 10

Tidak seperti biasa, kali ini aku akan bercerita tentang Windows 10 yang nota bene bukan open source software. Disini aku akan bercerita dari sisi interface yang dibawanya dan bagaimana respon ku terhadap konsep yang dibawanya. Setelah hampir satu dekade meninggalkan Windows, ada satu hal konsisten yang tetap dibawa Windows; yaitu kemudahan end user yang menjadi sellingpoint dari OS ini. Begitu mencoba memahami pola pikir Windows 10, maka impresi-nya adalah kelelahan di mataku, karena Windows tidak mengenal kosep virtual terminal (console) seperti Linux. Jadi begitu start, usage sampai shutdown; semua dikerjakan dalam mode grafis (GUI/Graphical User Interface). Berbeda banget dengan Linux yang menawarkan konsep virtual terminal (VT). Alias ada mode text untuk monitor, selain GUI juga ada tentu saja. Impresi menggunakan Windows yang seperti itu, membuat mataku selalu terpukau (lebih tepatnya tegang), karena dipaksa untuk memandangi layar monitor dalam mode grafis terus. Dan hal itu memb...

Sinkronisasi dan Harmoni

Rupanya sinkronisasi dan harmoni dikenal juga dalam komputasi.  Hal itu terjadi pada komputer jadoel yang masih setia berkomputasi denganku. Yaitu dalam hal pemilihan dan jumlah app yang perlu diinstal dalam PC jadoel ku dengan hardware sekelas AMD Athlon(tm) 64 Processor 3400+, dan RAM 1.5 GB saja.  Begitu aku tambah dengan app Spotify untuk mendengarkan musik. Rupanya berdampak kepada waktu shutdown yang lebih lama, tidak seperti biasanya. Akhirnya aku lakukan optimasi kepada app yang lain. Yaitu untuk PDF reader yang selama ini, aku percayakan pada Okular , akhirnya aku ganti ke Evince yang lebih ringan dan simple. Termasuk men-non-aktifkan VLC app sebagai multimedia player. Dan akhirnya performa-nya bisa kembali seperti semula. At least in my feeling. Konklusi Sinkronisasi dan harmoni rupanya tidak hanya berlaku dalam sebuah komposisi sebuah lagu. Akan tetapi dalam dunia software komputer demikian juga adanya. :)

How To Make XFCE Looks Like Gnome Shell

Sekilas Anda akan melihat bahwa tampilan berikut mirip desain dari desktop environment Gnome Shell, padahal ini adalah dekstop environment XFCE. Berikut adalah app yang saya tambahkan: xfce4-datetime-plugin, yang di g unakan sebagai pengganti info clock di top panel. xfce4-whiskermenu-plugin, yang di gunakan sebagai pengganti "Activities" . Kedua app tersebut saya dapatkan dari slackbuilds.org . Adapun konfiguras i separator pada top panel adalah sebagai berikut:   Dari pengalaman saya, bisa disimpulkan bahwa ada satu hal yang menjadi inti dari inovasi Gnome Shell, yaitu kegunaan tombol "Super" (atau tombol keyboard dengan lambang Windows) yang akan menampilkan semua menu. Ini adalah ide yang genuine dari Gnome Shell untuk tidak selalu bergantung kepada mouse. It's a cool thing.

From Hard Coding to App

Bagaimana sebuah app dibuat? Aplikasi atau disingkat app, adalah sebuah aplikasi yang berjalan dengan fungsi tertentu. App yang didesain berjalan di platform A tidak bisa berjalan di platform B, demikian juga sebaliknya. Sebagai contoh, app calculator yang didesain berjalan di OS android tidak dapat dijalankan di OS iOS, demikian juga sebaliknya. Berikut adalah tahapan sebuah app itu dibuat dari awal (di create from scratch): (1) Hard Coding    Ini adalah proses menuliskan kode pada sebuah bahasa pemrograman    tertentu, misalnya bahasa C. Yaitu berupa urutan instruksi yang    membuat sebuah fungsi kalkulator dalam bahasa C. Hasil dari hard    coding ini, disebut sebagai source code (kode sumber). Yaitu berupa    plain text yang bisa dibaca oleh semua jenis platform (OS) apapun. (2) Compile    Proses kompilasi ini akan mengubah source code dari proses hard    coding diatas ke dalam specifik platform (OS) tertentu. ...

OPEN SUSE LEAP 42.2

Saya merasakan banyak improvement terjadi pada versi 42.2 kali ini, bila dibanding dengan versi 42.1. Yang terlihat jelas sekali adalah masalah performance, pada versi 42.2 ini terasa lancar dan lebih gegas daripada versi 42.1. Selain itu, ada yang menarik, yaitu bahwa bila kita mengupdate paket dengan perintah # zypper up , maka hanya aplikasi yang sudah terinstal saja yang akan diupdate. Sementara pada versi sebelumnya, maka semua paket bawaannya juga akan diinstal lagi, meski sudah kita hilangkan. Misalnya setelah fresh install, ada satu paket games yang saya hapus, begitu dilakukan update dengan # zypper up , maka games yang sudah kita hapus itu akan diinstal lagi. Hal itu sekarang tidak kita temukan. Ini adalah point penting dari inovasi versi 42.2 kali ini. Hal lain yang membuat saya gembira adalah bahwa pada versi 42.2 ini, aplikasi libre office-nya sudah bisa melakukan pencetakkan pada mode landscape dengan normal. Karena pada versi 13.2 saya tidak dapat melakukannya dengan pro...

Go Programming Language

Ada hal yang menarik dari Go programming language, yaitu adanya fitur cross compilation . Yaitu kita bisa membuat executable file yang dihasilkan untuk dijalankan pada platform (OS) yang berbeda.  Sebagai contoh kasus, kita melakukan pengembangan sebuah aplikasi di Linux. Setelah berhasil, maka bila kita ingin menjalankannya di Windows, maka yang perlu kita lakukan adalah sebagai berikut: $ GOOS=windows go build hello.go Maka output dari build ini adalah hello.exe dan bila kita cek, dengan perintah $ file hello.exe , maka akan muncul penjelasan sebagai berikut: hello.exe: PE32+ executable (console) x86-64 (stripped to external PDB), for MS Windows Hal ini menunjukkan bahwa file hello.exe tersebut runnable di Windows. Bila kita coba jalankan di Linux, akan muncul error message berikut:  -bash: ./hello.exe: cannot execute binary file: Exec format error Hal yang menarik lagi adalah bahwa untuk menjalankan file hello.exe tersebut, kita tidak perlu menginstal Go di Wi...

Slackware 14.2

Setelah cukup lama ditunggu sejak versi beta sampai dirilis resmi pada akhir Juni 2016, maka berakhir sudah waktu menunggu itu. Dan berikut adalah beberapa improvement yang ada pada versi 14.2 kali ini. 0. Instalasi Hanya dua hal yang saya rasakan, yaitu improvement cfdisk saat melakukan partisi hard disk, yang lebih intuitif. Yang lain adalah adanya pertanyaan mau di reboot sekarang atau nanti, dimana pada versi sebelumnya, kita diminta untuk melakukannya dengan cara Ctrl-Alt-Del sendiri. Adapun semua proses instalasi tidak banyak perubahan dengan versi sebelumnya. Tetap menggunakan text mode. 1. Tidak Menggunakan systemd Merupakan khabar baik, karena pada versi 14.2 ini, tidak diadopsi. Mengingat systemd menimbulkan kontroversi diantara para pengguna. 2. Emacs Ada tambahan theme leuven yang ditambahkan. Menurut saya ini adalah theme light yang cool dan secara default sudah ditambahkan pada Emacs. Good improvement. 3. Fonts Ada tambahan font yang memberi impresi OS Linux, yaitu Linux ...

Mengganti Wallpaper di Blackbox Window Manager

Secara default, blackbox window manager menawarkan styles: Blue, Gray, Green, Purple dan Red. Apabila kita bosan dengan wallpaper warna solid yang ditawarkan, maka berikut adalah cara bagaimana mengganti wallpaper color tersebut dengan gambar yang kita suka sebagai wallpapernya. Perlu diketahui bahwa lokasi styles tersebut tersimpan pada direktori: /usr/share/blackbox/styles/ Langkah pertama adalah mencopy salah satu styles tersebut, sebagai contoh ketik: # cp Purple Chelsea Setelah itu, editlah file Chelsea tersebut: # emacs Chelsea Kemudian cari perintah berikut: rootCoomand: bsetroot -solid rgb:77/aa/77 Gantilah menjadi: rootCommand: bsetbg /home/purnomo/Pictures/danau.jpg Lalu simpan perubahan tersebut. Kemudian kita jalankan blackbox dengan perintah: $ startx. Maka akan muncullah wallpaper danau.jpg tersebut. Demikian.

Window Manager Openbox

Untuk mengakses aplikasi berbasis GUI di Linux, selama ini saya selalu mengandalkan dekstop environment. Setelah puas dengan Gnome dan XFCE, maka sekarang saatnya kita mengeksplorasi Window Manager, bukan Desktop Environment. Window Manager adalah program yang memanage Window saat kita menggunakan aplikasi berbasis GUI. Teman saya yang memberi statement bahwa icons itu tidak ada gunanya, ia sudah lama menggunakan Window Manager blackbox. Pada awalnya, saya coba menggunakan blackbox, akan tetapi ada kebingungan. Karena tombol Alt-Tab tidak berfungsi untuk switch aplikasi. Rupanya, kita perlu tambahkan bbkeys, agar tombol Alt-Tab bisa digunakan untuk switch aplikasi yang ada. Dan lagi, blackbox versi terakhir yaitu versi 0.70.1 dirilis tahun 2005. Alias sudah 11 tahun berselang. Akhirnya saya ketemu dengan Openbox, yang rupanya dikembangkan dari Blackbox. Dan ini memberi tawaran yang berbeda dengan Blackbox dengan tampilan panel yang simple dibawah. Openbox menawarkan tampilan blank wall...