Skip to main content

Posts

Showing posts with the label tips

Fedora 27

Mengikuti perkembangan distro Fedora , seolah mengikuti perkembangan software open source yang begitu cepat. Karena release cycle-nya adalah setiap 6 bulan, pasti ada new release, sejak Fedora Core 4.0 sampai sekarang Fedora 27. Tentu ada beda sebanyak 23 release cycle alias 11 tahun berselang maka tentu ada perkembangan yang berubah drastis tentu saja. Fedora Code 4.0 (FC 4.0) yang waktu itu masih menggunakan installer anaconda, saat ini anaconda mengalami perubahan drastis. Karena sejak release Fedora 22 (?), source code anaconda dibuat dari awal ( create from scratch ), alias dirubah secara drastis dari awal lagi. Ada konsistensi dari awal sampai sekarang bahwa warna biru menjadi pilihan distro ini. Ada hal menarik yang aku jumpai sewaktu mencoba install lagi Fedora 27, yaitu begitu sulitnya menangani partisi hard disk dengan installer default anaconda dalam mode grafis (GUI). Mengingat di hard disk yang akan saya timpa tersebut sudah ada Slackware -nya. Maka apa y...

Paket Dependensi Okular di Slackware 14.2

Untuk Slackware 14.2 kali ini, yang menggunakan KDE Platform 4.14.21, berikut adalah daftar 15 paket dependensi aplikasi Okular pdf reader: kactivities kde-runtime kdelibs kdepimlibs libkdcraw libkexiv2 libkipi libkomparediff2 libksane libkscreen libmm-qt libnm-qt okular oxygen-gtk2 oxygen-icons Bila tidak terpenuhi paket dependency-nya maka yang muncul adalah error message: "Unable to find the Okular component." Demikian.

Window Manager Openbox

Untuk mengakses aplikasi berbasis GUI di Linux, selama ini saya selalu mengandalkan dekstop environment. Setelah puas dengan Gnome dan XFCE, maka sekarang saatnya kita mengeksplorasi Window Manager, bukan Desktop Environment. Window Manager adalah program yang memanage Window saat kita menggunakan aplikasi berbasis GUI. Teman saya yang memberi statement bahwa icons itu tidak ada gunanya, ia sudah lama menggunakan Window Manager blackbox. Pada awalnya, saya coba menggunakan blackbox, akan tetapi ada kebingungan. Karena tombol Alt-Tab tidak berfungsi untuk switch aplikasi. Rupanya, kita perlu tambahkan bbkeys, agar tombol Alt-Tab bisa digunakan untuk switch aplikasi yang ada. Dan lagi, blackbox versi terakhir yaitu versi 0.70.1 dirilis tahun 2005. Alias sudah 11 tahun berselang. Akhirnya saya ketemu dengan Openbox, yang rupanya dikembangkan dari Blackbox. Dan ini memberi tawaran yang berbeda dengan Blackbox dengan tampilan panel yang simple dibawah. Openbox menawarkan tampilan blank wall...

Visual Studio Code Untuk Belajar Python, C, C++ dan C#

Setelah mencari IDE (Integrated Development Environment) apa yang terbaik untuk mendevelop Python, Akhirnya saya mendapatkan pencerahan setelah menemukan Visual Studio Code . Rupanya ada perbedaan antara IDE dengan Editor. Bila Editor adalah semacam text editor saja, seperti notepad++, Emacs, vim, maka IDE adalah editor + compiler. Oleh karena itu, maka IDE biasanya lebih berat dalam hal performance. Karena memang membundle editor + compilernya. Secara default, Visual Studio Code didesain bagi pengembang aplikasi web, yang meliputi html, css, java script, type script. Jadi untuk mendevelop bahasa pemrograman seperti Python, perlu sedikit cara agar bisa digunakan juga sebagai compiler. Setting Python Tekan F1, lalu ketik Task: Configure Taks Runner. Kemudian gantilah "command" : "python.sh", "isShellCommand" : true, "showOutput" : "always", "args" : ["{$file}"] Itu artinya bila kita menjalankan task runner (run ...

Whats App Tanpa Beli Smart Phone

Ada cara sederhana agar kita bisa chatting dengan WA (Whats App) tanpa membeli smart phone. Salah satunya adalah dengan menggunakan aplikasi chatting pidgin yang berjalan di OS Linux Slackware. Berikut adalah caranya: Perlu diinstal 2 aplikasi berikut: FreeImage pidgin-whatsapp Kedua aplikasi tersebut bisa kita peroleh dari slackbuilds.org. Pastikan aplikasi FreeImage diinstall dulu sebelum pidgin-whatsapp-nya. Pada hakekatnya, pidgin-whatsapp adalah implementasi protokol WA untuk aplikasi chatting pidgin. Adapun untuk mendapatkan password-nya, bisa dilakukan di OS Windows dengan aplikasi WART , yaitu dengan cara memasukkan nomor hp kita, pastikan urutannya adalah kode negara diikuti dengan nomor hp kita, tanpa angka nol didepan. Setelah itu, klik tombol `request code'. Nanti akan ada sms yang masuk ke hp kita. Setelah itu, masukkan kode tersebut pada bagian code, lalu klik tombol `confirm code'. Setelah itu nanti akan muncul password-nya. Setelah passwordnya kita peroleh...

Kostumisasi Prompt

Ada hal yang menarik dari default prompt di openSUSE, yaitu bahwa bila kita login sebagai root, maka prompt-nya akan berwarna merah. Beda dengan bila kita login sebagai normal user. Rupanya begini cara melakukan setting prompt-nya agar berwarna merah seperti di open SUSE. Buat file .bash_profile di home directory (/root) dengan isi berikut:      PS1="\[\033[1;31m\]\h #\[\033[0m\] "      export PS1 Setelah itu lakukan pengecekkan dengan cara login lagi. Maka setiap Anda login sebagai root, prompt berikut akan berwarna merah. Bila hostname anda adalah linux, maka akan menjadi seperti berikut:      linux #  Hal ini penting untuk mengingatkan bahwa kita sedang login sebagai root. Dan akan terlihat profesional tentu saja.

Cara Mengganti hostname di Open SUSE

Tidak seperti distro yang lain, distro Open SUSE tidak memberikan opsi untuk menentukan hostname di komputer kita pada saat instalasi. Akan tetapi secara default diberikan nama seperti linux-dogx, linux-lxgz atau nama lain yang sejenis. Jadi saat Anda masuk ke shell, maka yang muncul adalah seperti:      username@linux-dogx~> _ Nah berikut adalah cara mengganti nama hostname-nya sesuai dengan pilihan Anda: Login sebagai root. Silakan buat file baru di /etc/hostname lalu tulis apa nama hostname yang anda inginkan pada file tersebut. Misal: tux. ketik perintah: # hostname --file hostname Setelah itu, logout dari shell dan bentuk shell prompt akan berubah menjadi:     username@tux~> _ Sangat mudah bukan ? :)

Pewangi Ruangan Alami

Ada pengalaman menarik yang pernah saya alami, yaitu kamar pribadi saya kok tumben ada bau yang kurang sedap ya? Setelah saya tanyakan ke Ibu, beliau menyarankan untuk menaruh beberapa kuntum bunga melati dalam sebuah piring kecil di kamar. Ternyata apa yang Ibu sarankan itu adalah kebiasaan beliau yang selalu menaruh beberapa kuntum bunga melati di kamar beliau.  Alhasil setelah saya coba, ternyata benar juga tuh. Hilang-lah bau yang kurang sedap tersebut. Yang selama ini mengganggu aktivitas saya. Akhirnya menjadi kebiasaan deh, tiap pagi saya petik tuh bunga melati yang memang ada di halaman. Rata-rata wangi bunga melati itu tahan selama 2 hari. Akan tetapi memang jenis bunga ini musiman. Jadi kalau saat bukan musimnya, ya nggak keluar tuh bunganya.  It’s a natural one. And it’s free, because I take them from my garden. Thanks God for these beautiful flowers :)