Thursday, February 26, 2015

Chrome, Browser Yang Lengkap

Pada umumnya, pengguna Linux menggunakan browser Firefox sebagai
browser defaultnya. Sewaktu menggunakan Firefox, biasanya akan
mengalami kendala sewaktu ingin melihat video di website microsoft dan
apple. Bila di microsoft, kita diminta untuk menginstal Silvelight,
sedang di apple, diminta untuk menginstal Quick Time.

Akan tetapi permasalahan tersebut tidak akan kita temui, bila kita
mengganti browsernya dari Firefor ke Chrome. Kita tidak perlu
menginstal Silverlight dan Quick Time. Karena video dari dua website
tersebut bisa dijalankan dengan baik di Chrome.

Lebih jauh lagi, secara default, bila kita ingin menjalankan video di youtube, maka semuanya berjalan dengan lancar. Kondisi berbeda bila kita menggunakan Firefox, maka kita perlu menginstall flash player plugin terlebih dahulu.

Ini dikarenakan secara default, flash playernya sudah menjadi satu dengan browser Chrome itu sendiri. Jadi tidak perlu menginstall flash player lagi.

Oleh karenanya, maka saya menyebut Chrome sebagai browser yang
lengkap. 

Thursday, February 19, 2015

Lampiran File.rar diblok oleh Gmail?

Akhir-akhir ini ada kebijakan baru dari Gmail, bahwa bila kita
melampirkan file dan dipassword dalam format rar, maka akan
diblokir. Padahal sebelumnya tidak ada masalah.

Untuk itu, maka saya menyarankan teman saya untuk mengkompres
dan mempasswordnya dengan 7zip. Dengan syarat dikompres dalam format
7z.

Adapun file archiver 7zip itu bisa di download dari website mereka
yaitu 7-zip.org.

Sampai tulisan ini saya buat, kita masih bisa melampirkan file.7z
dengan di password untuk kemudian dikirimkan via gmail.

Mungkin ada cara lain, bila kedepan hal itu diblok juga. Yaitu
menggunakan cloud. Dan kita tinggal share link-nya ke kolega
kita. Untuk kiranya mendownloadnya dari sana.

The Best Distro

Distro atau distribusi adalah OS lengkap dari kernel Linux. Sebenarnya
Linux adalah nama sebuah kernel. Dimana kernel ada inti dari sebuah
OS. Akan tetapi orang pada umumnya mengasosiasikan bahwa Linux adalah
nama sebuah OS. Tidak salah memang.

Kernel ditambah aplikasi tambahan sedemikian sehingga menjadi sebuah
OS yang lengkap, dalam dunia Linux disebut dengan distro. Dan beragam
mahzab distro di Linux. Ada yang bermahzab debian, red hat, dan yang
lainnya.

Mengingat sebuah distro biasanya diturunkan dari distro yang
lain. Sebagai contoh distro Ubuntu yang merupakan turunan dari
Debian. Demikian juga dengan Fedora, yang merupakan turunan dari Red
Hat. 

Akan tetapi ada satu distro yang paling tua dan sampai sekarang masih
hidup. Yaitu distro Slackware. Distro ini secara resmi dirilis sekitar
tahun 1993. Atau 2 tahun setelah Linux kernel diperkenalkan ke public.

Bila kebanyakan distro saat ini sudah mengandalkan tampilan GUI
(graphic user interface) saat instalasinya. Maka Slackware masih tetap
berpegang teguh pada tampilan pada modus text. Selain itu, semua
proses administrasinya dilakukan dalam modus text dan dilakukan oleh
root saja.

Dengan proses administrasi pada modus text, maka apabila ada kesalahan
akan bisa dilihat apa yang salah. Dan dengan demikian bisa dilacak,
apanya yang salah. Tidak seperti yang mengandalkan tampilan GUI, yang
kadang tidak memberikan error message kepada kita, bila ada problem.

Apa lagi yang membedakan distro ini dengan distro yang lain?

Slackware tidak mengenal otomatisasi dependensi paket. Sebagai contoh,
pada open SUSE, kita ingin menginstal banshee, maka bila pada sistem
tersebut belum ada mono. Maka selain banshee, paket mono juga akan
diinstal. Karena banshee membutuhkan mono untuk bisa berjalan dengan
baik. Dan cukup dengan satu command saja, mono juga ikut terinstal.

# zypper install banshee

Maka sistem akan dicek, membutuhkan dependensi apa saja. Bila belum
ada, maka otomatis paket-paket yang bersangkutan akan ikut
diinstal. Jadi bila kita akan menghapus paket banshee, maka paket mono
secara otomatis tidak akan dihapus. Dan kondisi inilah yang membuat
sistem menjadi gemuk. Dan tidak simple.

Hal itulah yang dihindari Slackware. Jadi install-lah paket yang
benar-benar kita perlukan saja. Agar sistem kita bisa berjalan secara
optimal. Jadi ada optimasi baik dari sisi hardware maupun softwarenya,
sehingga performa sistem secara keseluruhan dapat dijaga dengan baik.

Selain itu, dalam hal release cycle tidak bisa dipastikan. Karena next
release hanya akan direlease manakala siap. Tidak seperti Ubuntu atau
Fedora yang setiap 6 bulan ada release baru. Atau open SUSE yang
setiap 8 bulan bisa dipastikan akan ada release baru. Akan tetapi
secara rata-rata, Slackware direlease sekitar 1 tahun sekali.

Selain itu, Slackware itu simple. Jadi tidak ada dikotomi versi
desktop dan server. Dan juga tidak ada model spin off seperti
Fedora. Yang membedakan hanyalah arsitekturnya, ada yang 31 bit, 32
bit, 64 bit atau arm. 

Dengan kesederhanaan itulah, maka ia menjadi distro yang banyak
memiliki pengguna yang militan. Alias menjadi Linux geek gara-gara
Slackware.

Bila kita menggunakan Slackware, maka kita akan mengerti tentang
Linux. Dan itu bisa dibuktikan dengan cara mencobanya. Bukan hanya
membayangkan. Karena bagaimanapun juga, pengalaman adalah guru yang
terbaik.

The best Linux distro is Slackware.

How to Listen Audio Streaming in Firefox?

Bila kita bicara tentang browser, maka ada dua yang terbaik saat ini, yaitu Chrome / Chromimum dan Firefox. Karena sekitar tahun 2010 Firefo...