Monday, January 09, 2012

gnome 3

Sebenarnya ingin coba pake distro lain yang lebih secure. Temenku memberi saran untuk menggunakan Slackware + blackbox. Tetapi sayang tidak ada gnome-nya dalam paketnya. Yang ada KDE, XFCE. Setelah mencoba menggunakan XFCE, kok tidak asyik ya.. :(

Sebenarnya slackware begitu asyik lho, karena memang linux bener tuh ya slackware, mbahnya distro. Karena benar-benar pake text based. Dan dipelajari mulai dari low level instruction with text command. Akan tetapi karena aku terkadang enggak fokus karena selalu ingin mencoba software aplikasi yang up to date, maka aku balik lagi menggunakan ubuntu.

Begitu menginstal ubuntu 11.10, eh ternyata desktopnya dimodif dari gnome ke unity.. gak asyik unity. Akhirnya aku balik ke gnome 3, dengan gnome shell-nya. Ternyata lebih bagus gnome 3, ketimbang unity. Ternyata banyak improvement dari gnome 2 ke gnome 3. Karena memaksimalkan lebar layar Anda untuk digunakan sepenuhnya. Bahkan bisa dikatakan minim icon.

Kalau mau yang paling ekstrim, ya gunakan window manager blackbox, yang benar-benar lightweight dan fast. Tetapi lagi-lagi musti belajar lagi dari low level text command.

Akhirnya sekaran aku pakai dulu deh gnome 3-nya dengan ubuntu-nya. ..





Monday, January 02, 2012

Libre Office 3.4.4

Setelah mencoba membandingkan dan merenungkan manakah yang lebih baik antara Open Office dan Libre Office? Akhirnya aku kuputuskan untuk menggunakan Libre Office. Karena begitu Sun Microsystem selaku pemilik Open Office dibeli oleh Oracle, maka banya pengembang Open Office pada hengkang.. Wew ada apa yaa??
Eh gak tahunya, mereka yang pada hengkang lalu mendirikan Libre Office dengan semangat awal yaitu open source dan bisa dikembangkan oleh siapapun. Dan tahu nggak, saat ini Open Office dihibahkan ke Apache Foundation.
Adapun semangat open source Open Office kemudian diteruskan ke Libre Office yang saat tulisan ini aku buat, sudah mengembangkan release 3.4.4. Adapun Open Office masih tetap saja berhenti di release 3.3.0. Ups..

Mengapa aku suka dengan Libre Office?

Pertama, karena software ini mendukung Open Document Format (ODF) yang memang sudah comply dengan ISO. Ditambah dengan kemampuannya untuk mengakses file-file MS Office termasuk OpenXML-nya, yang kadang memiliki kendala bila kita masih menggunakan MS Office versi 2003 atau yang lebih lama.
Dan hebatnya lagi, ternyata Libre Office 3.4.4 sudah mendukung format OpenXML-nya Microsoft Office 2007/2010.. dengan ext file seperti .docx, xlsx, pptx.
Kedua, ada font arabic-nya dengan adanya extention Qur'an in Open Office. Dan meskipun Libre Office, tetapi tetap saja bisa tuh diinstal extention qioo-nya. Ya karena embrio source code-nya sama saja, yaitu open office.


JRE 7
Saat tulisan iki aku buat, JRE terakhir adalah versi 7 update 2. Dan aku sempat dibuat bingung, mengapa Libre Office selalu mengatakan butuh JRE ? Padahal sudah aku install tuh JRE-nya?

Setelah browsing dengan paman Google ketemu dah tuh root cause-nya: ternyata Libre Office 3.4.4 hanya mendukung JRE versi 1.6.

Jadi sekarang aku downgrade deh JRE 7 update 2 ke JRE 6 update 30. And everything is ok now. I can use my wizard to use template in Libre Office.. :)



Konklusi
Meskipun aku meninggalkan Open Office yang sudah beberapa tahun menemaniku dengan fitur yang keren. Dan sekarang aku hijrah ke Libre Office, aku tetap mengucapkan terima kasih kepada para kontributor Open Office yang sudah membuatnya menjadi mature seperti sekarang. Dan selamat datang Libre Office dengan semangat membuat Office suite yang tetap berpegang pada semangan Free Open Source !


Good Deed!











How to Listen Audio Streaming in Firefox?

Bila kita bicara tentang browser, maka ada dua yang terbaik saat ini, yaitu Chrome / Chromimum dan Firefox. Karena sekitar tahun 2010 Firefo...