Thursday, November 19, 2015

Jangan Langsung Migrasi ke Slackware

Pesan ini adalah pesan yang bijak bagi Anda yang selama ini dimanjakan oleh OS
seperti Windows dan bermaksud untuk migrasi ke Linux. Mengapa demikian? Karena
bila Anda langsung ke Slackware, bisa saya jamin, bahwa Anda akan frustasi
dibuatnya. Mengingat selama ini Anda selalu dimanjakan oleh Windows, dalam hal
instal software favorit Anda. Karena yang Anda lakukan hanya download file
installernya, kemudian double klik dan selesai sudah.

Dalam hal ini Anda perlu membuat strategi jembatan sebelum menjadi seorang
Linux geek. Yaitu dengan menggunakan distro yang mirip dengan Windows, dalam
hal managemen paketnya. Disini, yang saya rekomendasikan adalah dengan
menggunakan distro Open SUSE. Distro ini, diinstal dalam mode grafis. Dan
paket-paket tambahannya bisa diinstal dalam mode grafis juga.

Dan sudah ada banyak paket aplikasi yang dibuat khusus untuk distro
ini. Selain itu, kita bisa mencarinya dari website software.opensuse.org. Kita
bisa seach aplikasi non standard dari sana. Dan biasanya sudah berupa 1-click
install. Jadi tinggal klik, kemudian sudah terinstal dan dapat berjalan dengan
baik di Open SUSE.

Disini, saya hanya ingin sedikit berbagi bagaimana melakukan instalasi dan
penghapusan paket yang disediakan oleh tool zypper. Tool ini memang alat yang
disiapkan open SUSE dalam menangani paket instalasi.

Sebagai contoh, kita ingin menginstal browser chrome, maka kita tinggal
download paket-nya dari google.com/chrome, pastikan kita mendownload file
dalam format rpm dan arsitekturnya sesuai dengan distro yang kita
pakai. Misalnya kita menggunakan open SUSE 13.2 dan arsitektur 32 bit. Maka
downloadlah paket rpm yang 32 bit.

Setelah di download tinggal kita ketik perintah:

# zypper install google-chrome.rpm

Nanti zypper akan mengecek sistem, dan akan menampilkan paket dependensi agar
chrome ini bisa terinstal dan berjalan dengan baik. Inilah kelebihan zypper
tool yang fungsinya juga menangani masalah dependensi paket.

Dalam kasus ini, akan diinstal 10 paket baru termasuk google-chrome itu
sendiri. Untuk selanjutnya tinggal kita tekan y, untuk meneruskan proses
instalasinya.

Adapun cara untuk menghapus paket google-chrome beserta paket dependensinya,
yang perlu kita ketikkan adalah sbb:

# zypper remove -u google-chrome

Opsi -u berfungsi untuk menghapus paket dependensi dari google-chrome. Bila
opsi ini tidak kita tuliskan, maka ia hanya akan menghapus paket google-chrome
saja, sementara 9 paket dependensinya tidak ikut terhapus.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa tool zypper bagus dalam hal pengelolaan paket
berikut paket dependensinya. Inilah yang membuatnya menjadi ready to use dan
easy to use bagi pemula.

Oleh karena itu, saya menyarankan agar Anda untuk menggunakan distro Open SUSE
terlebih dahulu. Setelah Anda bergaul dengan open SUSE, dan bermaksud untuk
menjadi seorang Linux Geek, maka saran saya adalah migrasi ke
Slackware. Karena memang distro inilah yang masih memegang teguh tradisi
Unix. Dimana semua managemen paket dan administrasinya dikelola melalui linux
command line. Dan ini jauh berbeda dengan Windows, yang memang didesain untuk
mempermudah penggunanya.

Demikian, semoga bermanfaat.

Monday, November 09, 2015

Mengembalikan Ubuntu ke Tradisi Unix


Distro Ubuntu ini bertujuan agar mempermudah penggunanya dalam menangani komputernya. Antara lain adalah dengan menghilangkan password root. Dan kemudian membuat satu account yang bisa digunakan sebagai 'root'. Akan tetapi dibalik kemudahan ini tersimpan potensi serangan peretas.

Mengapa demikian?
Dalam penggunaan sehari-hari, kita biasanya login sebagai normal user. Akan tetapi bila normal user tersebut memiliki otoritas sama dengan root, maka begitu peretas bisa mengambil alih password kita tersebut. Maka secara otomatis, peretas sudah bisa mengambil alih komputer kita.

Untuk menghindari hal tersebut, alangkah baiknya kita memberikan perbedaan otoritas yang jelas antara root dan normal user. Untuk menjadikannya seperti ini, maka ada beberapa hal yang perlu kita lakukan pada distro Ubuntu ini agar bisa kembali ke tradisi Unix yang sebenarnya.

Secara default, Ubuntu mendisable password root. Dan normal user yang dibuat sewaktu instalasi, akan dimasukkan ke dalam grup adm (administrator) dan sudo (super user do).

(1)
Berikut adalah cara untuk meng-enable password root:
$ sudo passwd root
Nanti kita akan ditanyakan password apa yang akan digunakan sebagai user root.
Dengan demikian, kita sudah bisa login dengan root.

(2)
Kemudian, untuk menghilangkan otoritas normal user tadi (misalnya: novi), perlu kita hilangkan dari grup adm dan sudo. Begini caranya:
Kita login sebagai root terlebih dahulu, kemudian ketik:
# gpasswd -d novi adm
# gpasswd -d novi sudo

(3)
Untuk memastikan bahwa user name novi sudah bukan termasuk grup adm dan sudo, kita ketikkan:
# id -Gn novi
Maka disana tidak akan terlihat lagi adm dan sudo.

Dengan demikian, user name novi sudah menjadi normal user. Adapun otoritas administrasi hanya diberikan ke root saja. Demikian, semoga bermanfaat.

Saturday, November 07, 2015

Fedora 23 XFCE

Distribusi (distro) Fedora adalah project `mainan' Red Hat dalam
mengadopsi teknologi terbaru dari dunia open source. Ia memiliki
siklus rilis yang cepat, yaitu setiap 6 bulan. Adapun untuk supportnya
hanya selama 13 bulan. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin selalu
mengikuti perkembangan software terkini, disarankan untuk menggunakan
distro ini.

Ada hal yang menurut saya menjadi kekuatan Fedora, yaitu adalah bahwa
tampilannya dibuat menjadi sederhana, terutama dalam hal management
paket via command line. Jadi proses upgradingnya memberi impresi
tampilan yang sederhana dan elegan.

Adapun untuk urusan multimedia, termasuk di dalamnya masalah
suara. Akan terselesaikan saat kita melakukan instalasi VLC Media
Player, dari repository rpmfusion. Sebelumnya ikuti cara menambahkan
repo rpmfusion dari situsnya yaitu rpmfusion.org. Kemudian cukup
lakukan installasi berikut: # dnf install vlc. Maka dnf akan
menginstal sebanyak 54 paket, termasuk di dalamnya audio
codecs-nya. Oleh karena itu, Fedora yang tadinya tidak bisa bersuara,
setelah proses itu, akan menjadi bersuara.

Ada hal menarik lain yang ada pada versi Fedora 23 kali ini, yaitu
bahwa ia menggunakan open jdk versi 8. Cara instalasinya bisa diikuti
dari website openjdk. Adapun untuk urusan flash player, dan acrobat
reader saya lebih suka menggunakan paket rpm dari situs adobe.com;
yaitu dengan cara menginstal dari paket rpm-nya, cukup ketik # dnf
install flash-player.rpm.

Adapun untuk urusan office suite, pada Fedora 23 sudah menyematkan
Libre Office versi 5. Cukup lakukan instalasi # dnf install
libreoffice. Sedangkan office suite bawaan untuk spin XFCE disediakan
abiword dan gnumeric, akan tetapi saya lebih prefer untuk menggunakan
libre office.

Sedangkan paket-paket yang saya hilangkan pada spin XFCE ini antara
lain: leafpad, parole, ristretto, padghan, geany, claws-mail, dan
midori. Dan sebagai penggantinya saya menginstal viewnior sebagai
image viewer menggantikan ristretto. Dan emacs menggantikan leafpad
dan geany. Adapun Firefox saya pilih untuk menggantikan
midori. Sedangkan VLC media player adalah sebagai pengganti padhgan
dan parole.

Catatan:

Ada catatan kecil yang sampai tulisan ini dibuat, membuat pusing
banyak pengguna Fedora. Yaitu bagaimana cara mengeset console font di
Fedora 23?  Dari beber apa forum dan situs yang membahasnya,
kelihatannya belum diperoleh cara yang benar bagaimana mengeset
console font di virtual terminal tersebut.

Adapun untuk mengakali hal tersebut, saya menambahkan satu command
line setfont ke dalam file .bash_profile untuk root. Jadi bila kita
ingin mengeset console font untuk normal user, kita bisa lakukan
dengan cara login sebagai root terlebih dahulu, baru kemudian kita
keluar. Yaitu dengan cara mengetikkan $ su - dan kemudian # exit.

Karena memang command setfont itulah yang bisa mengubah console font
di virtual terminal.

Konklusi:

Fedora 23 merupakan distro yang paling saya rekomendasikan bagi
pemula. Karena tampilan managemen paketnya yang simple dan elegan
membuatnya menjadi distro yang user friendly bagi pemula. Dan dnf akan
menyelesaikan semua paket dependensi yang diperlukan, khususnya
masalah suara.

How to Listen Audio Streaming in Firefox?

Bila kita bicara tentang browser, maka ada dua yang terbaik saat ini, yaitu Chrome / Chromimum dan Firefox. Karena sekitar tahun 2010 Firefo...