Saturday, December 19, 2015

Cara Membuat File Runnable jar Dari Command Line

Jar atau java archieve adalah cara melakukan arsip di pemrograman
Java. Dan ini adalah cara yang simple bila kita ingin berbagi
aplikasi, karena ada kalanya sebuah aplikasi membutuhkan beberapa class.

Bila kita menggunakan Eclipse, maka hal tersebut dapat dikerjakan
dengan mudah. Disini, akan saya jelaskan bagaimana cara membuat file
runnable .jar dari command line.

(1)
Bila itu hanya melibatkan satu class, maka cukup ketik.

Misal nama file class-nya adalah Demo.class. Maka cara membuat file
Demo.jar adalah sbb:

jar -cfe Demo.jar Demo Demo.class

* Demo.jar merupakan target output file name jar-nya. Kita bisa
  menggunakan nama lain selain Demo dalam kasus ini.
* Demo adalah tempat method main() berada.
* Demo.class adalah class yang diperlukan oleh method main().

(2)
Bila sudah melibatkan beberapa class. Sebagai contoh method main()-nya
ada di BoxDemo, yang melibatkan dua buah class yaitu BoxDemo.class dan
Box.class. Maka kita bisa membuat runnable jar-nya sebagai
berikut. Misal kita menginginkan nama outputnya adalah
Result.jar. Cukup ketik:

jar -cfe Result.jar BoxDemo BoxDemo.class Box.class

(3)
Bila sudah melibatkan packages, misal pada kasus ini adalah sbb:
Semua packages yang diperlukan ada di folder p1. Maka kita harus
berada satu level diatas p1. Atau bila kita ketikkan perintah ls (dir
di Windows), maka folder p1 akan muncul.

Sebagai contoh:

Lokasi method main()-nya ada di p1.AccountBalance, dan memerlukan 3
buah class yaitu AccounBalance.class, Account.class dan
Balance.class. Maka cukup kita ketik-kan perintah:

jar -cfe Hasil.jar p1.AccountBalance p1/AccountBalance.class
p1/Account.class p1/Balance.class

* ganti-lah tanda slash ('/') dengan back slash ('\') bila Anda
  menggunakan Windows.

Adapun cara menjalankan aplikasi jar adalah dengan cara:
java -jar Demo.jar

Demikian. Semoga bermanfaat.

Sunday, December 06, 2015

Gnome

Ini adalah desktop environment yang saya suka sejak versi 2.x atau dikenal dengan Gnome Classic. Dan sekarang dengan munculnya Gnome 3.x atau biasa disebut dengan Gnome Shell sudah mengalami perkembangan yang amat sangat bagus. Dan sekarang saya sudah menemukan konfigurasi Gnome Shell yang keren, yaitu dengan menggunakan Gnome Extension Dash to Dock. Jadi secara default, dash ini hanya akan muncul bila kita tekan tombol super. Akan tetapi dengan extension tadi, maka ia bisa kita letakkan di bottom dan akan auto hide secara inteligence bila ada window yang menimpanya.
 
Selain itu, kita juga menjadi sangat mudah dalam mengelola aplikasinya, karena bisa langsung klik tombol "Show Application" dari dash ini, tanpa harus menekan tombol super terlebih dahulu. Selain sebagai short cut ke aplikasi, dash to dock juga sekaligus berfungsi sebagai window list.

Dan dengan demikian, tampilannya menjadi simple dan mirip sekali dengan Apple Mac OS X. Alangkah baiknya bisa extension ini kedepan diadopsi menjadi terintegrasi dengan baik pada Gnome release selanjutnya. Karena fitur ini membuatnya menjadi efisien.

Cukup tambahan satu buah extension dan semuanya menjadi indah. Seolah saya menemukan keindahan Mac OS X di Linux. Cool !



How to Listen Audio Streaming in Firefox?

Bila kita bicara tentang browser, maka ada dua yang terbaik saat ini, yaitu Chrome / Chromimum dan Firefox. Karena sekitar tahun 2010 Firefo...