Monday, August 25, 2014

Cara Mengupgrade Slackware Linux


Pada hakekatnya, cara mengupgrade OS itu adalah mendownload paket yang lebih up to date dari server yang untuk selanjutnya digunakan untuk mengupgrade paket yang sudah terinstal di OS. Bila Anda terbiasa dengan Windows, atau Mac OS X; maka semua proses upgrade OS-nya dilakukan melalui mode grafis atau GUI (graphic user interface).

Akan tetapi di Slackware linux, proses tersebut tidak dilakukan dalam mode GUI. Akan tetapi dilakukan dalam mode text console. Dan disini, saya akan menjelaskan bagaimana caranya dengan menggunakan tool slackpkg. Sebelumnya, pastikan Anda login sebagai root terlebih dahulu.
Adapun langkah-langkahnya dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Pemilihan server mirror untuk keperluan upgrading sistemnya. Cukup edit file /etc/slackpkg/mirrors lalu pilih pada bagian “Slackware 14.1”. Anda bisa gunakan text editor nano, vi atau emacs. Bagi Anda yang tinggal di Indonesia, Anda bisa memilih mau mirroring ke server UI, UGM atau UKDW. Cukup hilangkan tanda # pada mirror yang Anda pilih tersebut; lalu simpan perubahan file tersebut. Lalu keluarlah dari text editor Anda.
  2. Kemudian tinggal ketik # slackpkg update. Nanti tool slackpkg tersebut akan mengupdate file Changelog.txt dan file-file yang diperlukan lainnya.
  3. Selanjutnya update gpg key-nya, dengan cara ketik # slackpkg update gpg. Untuk langkah ketiga ini, cukup dilakukan satu kali saja. Untuk upgrade selanjutnya tidak diperlukan lagi.
  4. Langkah terakhir adalah mengupgrade paketnya itu sendiri, yaitu dengan cara ketik # slackpkg upgrade-all. Nanti akan muncul menu drop down yang akan menampilkan paket-paket upgrade apa saja yang tersedia saat ini. Silakan gunakan tombol panah keatas atau kebawah untuk memilih paket. Untuk meng-unselect paket yang tidak diinginkan, gunakan spasi. Nanti tanda * didepan paket tersebut akan hilang. Atau dengan kata lain, paket tersebut tidak akan di-upgrade. Bila sudah selesai dalam memilih paket, tinggal tekan enter untuk melanjutkan proses upgradingnya. Maka slackpkg akan mendownload, dan mengupgrade semua paket yang sudah dipilih.
  5. Demikian.
Untuk info lebih detail, Anda bisa pelajari lebih lanjut dari manual tool slackpkg tersebut. Tinggal ketik # man slackpkg. Cukup mudah bukan? Silakan mencoba.

Friday, August 15, 2014

Impresi Menggunakan Open SUSE

Menurut saya, distro Open SUSE adalah distro yang recomended banget bagi Anda yang sebelumnya terbiasa menggunakan Windows, dan berikut adalah impresi saya selama menggunakan Open SUSE :

(1) Login dan logout-nya menggunakan modus grafis. Dan kelebihan open SUSE daripada distro yang lain adalah terletak pada keindahan desktopnya. Dan menurut saya disinilah kekuatan open SUSE diantara distro yang lain. Tampilannya sangat menawan dan eye catching, seperti Windows.

(2) Bila Anda menggunakan keyboard multimedia, maka tombol seperti play, stop dan juga tombol calculator langsung bisa dikenali dengan baik. Demikian juga dengan tombol sleep. Anda bisa menggunakannya langsung seperti layaknya bila Anda menggunakan Windows.

(3) Proses updating dan instalasi program aplikasinya dilakukan dalam modus grafis juga. Dan hal ini akan membuat Anda merasa nyaman dengannya, karena sama halnya dengan Windows.

(4) Bila Anda memutar CD musik, maka Rhtymbox sebagai music player default gnome-nya akan langsung bisa berjalan dengan baik. Karena ada distro yang perlu menginstal dulu audio codec-nya terlebih dahulu.

(5) Flash disk yang Anda plug in ke komputer, secara otomatis akan dikenali dengan baik dan ada notifikasi yang muncul dari layar bagian bawah. Dalam hal ini bila Anda menggunakan open SUSE dengan desktop environment Gnome.

.: Konklusi

Open SUSE sangat cocok bagi Anda yang baru pertama kali migrasi dari Windows ke Linux. Distro ini sangat cocok bagi Anda yang tidak mau dipusingkan dengan masalah dependensi paket bila Anda ingin menginstal sebuah paket. Karena semuanya sudah dipikirkan oleh tools zypper.

Jadi langkah pertama dalam ber-migrasi adalah carilah distro yang mudah dalam hal instalasi dan Anda merasa nyaman dengannya. Dan open SUSE menyediakan hal itu, ditambah dengan tampilan grafis yang tampil paling clear daripada distro yang lain. Dan ini akan membuat Anda betah dalam berkomputasi.

Langkah yang kedua adalah jam terbang yang banyak. Bukankah: "Pengalaman adalah guru yang terbaik?". Kalau bukan sekarang, mau kapan lagi?

Demikian.

Tuesday, August 05, 2014

Cara Mengganti hostname di Open SUSE

Tidak seperti distro yang lain, distro Open SUSE tidak memberikan opsi untuk
menentukan hostname di komputer kita pada saat instalasi. Akan tetapi secara default diberikan nama seperti linux-dogx, linux-lxgz atau nama lain yang sejenis. Jadi saat Anda masuk ke shell, maka yang muncul adalah seperti:

     username@linux-dogx~> _

Nah berikut adalah cara mengganti nama hostname-nya sesuai dengan pilihan Anda:

  1. Login sebagai root.
  2. Silakan buat file baru di /etc/hostname lalu tulis apa nama hostname yang anda inginkan pada file tersebut. Misal: tux.
  3. ketik perintah: # hostname --file hostname
  4. Setelah itu, logout dari shell dan bentuk shell prompt akan berubah menjadi:
    username@tux~> _

Sangat mudah bukan ? :)

Saturday, August 02, 2014

Hardware, Software dan Slackware

Dalam dunia IT, tentu sudah tidak asing dengan istilah hardware dan
software. Akan tetapi bagi Anda yang baru mengenal OS Windows saja,
dan belum nyemplung ke dunia Linux. Maka istilah Slackware menjadi
terasa asing di telinga Anda.

Sebenarnya, Slackware adalah distribusi Linux (distro Linux) yang
pertama. Boleh juga disebut mbah-nya distro Linux.

Pada bulan Juli tahun ini (2014), Slackware sudah menginjak usia 21
tahun, ya karena di tahun 1993 distro ini dirilis oleh Patrick
Volkerding. Atau 2 tahun setelah kernel Linux diperkenalkan ke
publik.

Sewaktu masih menggunakan Windows, kita sudah dimanjakan dengan proses
instalasi OS dan aplikasi dengan rumus yang sama, yaitu: tinggal klik,
next, next, next.

Maka begitu saya migrasi ke Slackware, semuanya berubah total. Karena
semua proses administrasinya dilakukan melalui text console. Impresi
pertama menggunakan Slackware, ya kesannya aneh dan antik.

Karena yang dulunya tinggal klik user account di Windows + memasukkan
password, sekarang ditanyain: Login dan password-nya dalam mode
text. Dan setelah itu yang keluar cuma prompt # _

So, what should I do? 


Road Map

Rupanya kuncinya adalah login sebagai root, maka yang akan muncul
adalah prompt # _

Setelah itu ketik
# mail
maka Anda akan masuk ke aplikasi mail (masih dalam mode text tentu
saja), dan ada 2 e-mail dari Patrick Volkerding, si pembuat Slackware
itu. Nah dari sinilah, Anda nanti akan diajari, bagaimana memanage
paket dan aplikasi Slackware Anda dengan cara yang lebih baik.

Dari sinilah awal petualangan Anda menggunakan Slackware. Dan jangan
kecil hati, karena Slackware memang dirancang untuk tetap mewarisi
tradisi Unix. Artinya, semua proses intalasi paket-nya dilakukan di
text console. Bukan di GUI, seperti Windows.

Nah disinilah tantangan dan seni-nya, Anda akan belajar banyak hal,
berkenaan dengen proses instalasi paket Slackware dan filosofinya. Dan
memang Slackware itu dibuat dengan tujuan stabil dan simple. Dan mudah
untuk dikostumisasi. Akan tetapi kuncinya memang Anda harus fasih
dalam berbahasa Inggris. Dan memahami istilah-istilah dasar komputer.

Ada pesan yang baik dari Eric Hameleers, salah satu tim di Slackware
bahwa disarankan Anda untuk menginstal paketnya secara full. Karena
dengan demikian, semua tools yang Anda perlukan sudah tersedia. Untuk
menjamin kestabilan sistem secara keseluruhan. Kapasitas yang
diperlukan masih dibawah 10 GB, kira-kira sekitar 8 GB an.

Tetapi kalau saya, biasanya tidak akan menginstal paket k (KDE), xap
(kecuali firefox), dan y (games). Karena saya tidak suka dengan
desktop environment KDE. Saya lebih suka xfce. Kalau my best friend
malah lebih ekstrim lagi, ia menggunakan blackbox. Karena ia orangnya
suka yang simpel dan tidak neko-neko. Bahkan ia mempertanyakan apa sih
gunanya icons? Itu tidak ada gunanya. hehehe .. :) Agak nyentrik
memang teman saya yang satu ini. ("Lho kok malah jadi cerita tentang
teman yang nyentrik sih?").

Kembali ke Slackware ... Adapun paket-paket yang saya tambahkan adalah
LibreOffice, dan Adobe Acrobat reader. Biasanya saya dapat dari
Mr. Eric Hameleers, atau dari slackbuilds.org. Khusus untuk image
viewer, saya sarankan menggunakan viewnior. Ini mirip banget dengan
eye of gnome, simple dan cukup memenuhi kebutuhan kita dalam mengelola
image. Cuma 1 paket instalasi saja. Bisa didapat dari
slackbuilds.org. Dan jauh lebih ringan dan simpel, daripada Shotwell.

I think that's all for today. Next time will be continued...

How to Listen Audio Streaming in Firefox?

Bila kita bicara tentang browser, maka ada dua yang terbaik saat ini, yaitu Chrome / Chromimum dan Firefox. Karena sekitar tahun 2010 Firefo...