Tidak seperti biasa, kali ini aku akan bercerita tentang Windows 10 yang nota bene bukan open source software. Disini aku akan bercerita dari sisi interface yang dibawanya dan bagaimana respon ku terhadap konsep yang dibawanya. Setelah hampir satu dekade meninggalkan Windows, ada satu hal konsisten yang tetap dibawa Windows; yaitu kemudahan end user yang menjadi sellingpoint dari OS ini. Begitu mencoba memahami pola pikir Windows 10, maka impresi-nya adalah kelelahan di mataku, karena Windows tidak mengenal kosep virtual terminal (console) seperti Linux. Jadi begitu start, usage sampai shutdown; semua dikerjakan dalam mode grafis (GUI/Graphical User Interface). Berbeda banget dengan Linux yang menawarkan konsep virtual terminal (VT). Alias ada mode text untuk monitor, selain GUI juga ada tentu saja. Impresi menggunakan Windows yang seperti itu, membuat mataku selalu terpukau (lebih tepatnya tegang), karena dipaksa untuk memandangi layar monitor dalam mode grafis terus. Dan hal itu memb...
everything about open source in my life...