Skip to main content

Posts

Menghilangkan Iklan di Youtube

  Seperti diketahui bahwa iklan di youtube bagi kebanyakan orang cukup mengganggu. Karena meskipun setiap iklan wajib ditonton selama 4 atau 5 detik, akan tetapi bila dalam satu video ada 2 atau 3 iklan. Dan setiap hari katakanlah kita mengakses rata-rata katakanlah 20 video. Maka sudah ada 5 detik x 2 iklan / video x 20 video = 200 detik / hari.  Coba dihitung untuk 1 bulan, maka akan ada 6.000 detik atau 1 jam waktu terbuang hanya untuk melihat iklan dalam satu bulannya, bila kita hitung per tahun, maka akan ada 12 jam waktu kita terbuang sia-sia hanya untuk melihat iklan. Berikut adalah cara saya dalam menghilangkan tayangan iklan di Youtube, yaitu dengan menambahkan extension Youtube Adblocker . Itu adalah di ranah desktop.  Lalu bagaimana kalau di ranah mobile? Solusinya adalah dengan menggunakan Youtube Vanced . Dengan demikian, baik di ranah desktop maupun mobile, kita bisa mengalihkan waktu untuk melihat iklan tersebut dengan hal-hal yang lebih produktif. Demikian...

Brave Browser - Part 2

 Sewaktu awal-awal Firefox muncul, saya begitu menyukainya karena adanya tab browser. Kemudian begitu muncul Google Chrome, ada keinginan untuk pindah ke Chrome karena faktor kecepatan yang lebih baik daripada Firefox. Akan tetapi mengingat ada issue tentang privasi yang agak terganggu, bila menggunakan Chrome, maka saya tetap setia menggunakan Firefox sampai bertahun-tahun kemudian. Akan tetapi begitu muncul Brave browser yang datang belakangan dengan konsep ad blocker yang sudah ditanamkan, yang dikembangkan dengan menggunakan engine yang sama dengan Google Chrome, maka saya mulaimencoba untuk lebih intens dengan Brave. Ada fitur yang rupanya perlu ditambahkan di Brave agar bisa menyaingi Firefox, yaitu reader view yang di Firefox secara default sudah ditanamkan. Dan akhirnya itu terpenuhi dengan extension ActiveClearly. Dan dengan tambahan itu, membuat saya akhirnya migrasi ke Brave. Jadi Brave ini menurut saya adalah perpaduan antara engine Chrome dan privacy Firefox. It's a co...

Brave Browser

  Ada hal yang menarik yang ditawarkan Brave browser . Yaitu bahwa ia secara default sudah terintegrasi dengan ad blocker. Jadi bila kita terbiasa menggunakan Firefox, maka kita perlu menambah add-on ad blocker seperti uBlock Original atau yang lain.  Yang menarik adalah bahwa Brave dikembangkan diatas engine yang sama dengan Google Chrome. Akan tetapi selama ini, saya merasa kurang sreg dengan ukuran tab-nya yang terkesan terlalu compact. Berbeda dengan Firefox yang menawarkan tampilan tab yang bisa mengakomodir monitor touch screen, sehingga tampilan tab-nya bisa besar dan nyaman bagi mereka yang memang memiliki monitor touch screen. Berikut adalah tips yang bisa kita gunakan untuk mengubah tampilan tab di Brave browser agar tampil lebih tebal seperti di Firefox. Yaitu ketik brave://flags kemudian cari "Touch UI Layout", ubahlah nilainya menjadi "enabled. Maka setelah direstart, tampilan tab-nya akan menjadi lebih tebal. Ada yang menarik lagi, yaitu berkaitan dengan r...

Menu Sleep Yang Menghilang

  Ada hal aneh terjadi pada komputer saya baru-baru ini. Yaitu di OS Windows 10, menu "Sleep"-nya menghilang entah kemana? Setelah mencari tahu di forum-forum, sudah saya coba berkali-kali, tetap saja menu "Sleep"-nya tidak bisa dimunculkan.  Hal itu rupanya terjadi juga pada saat saya menggunakan OS Linux, yaitu sistem tidak bisa di suspend (di sleep). Jadi begitu $ systemctl suspend, maka layar menjadi gelap akan tetapi komputer tetap menyala. Dan begitu kita wake up, maka sistem menjadi hang. Setelah mencari tahu di forum Linux, tetap tidak juga ketemu solusinya. Akhirnya saya menganalisa bahwa, bagaimana dua OS yang berbeda sama-sama tidak bisa di "sleep" atau di "suspend" ? Maka hal tersebut mengarah kepada settingan BIOS-nya.  Dan Alhamdulillah, setelah saya mengembalikan ke settingan awal (Load Optimized Default), maka komputer saya akhirnya bisa di sleep atau di suspend dengan normal kembali. Alias menu "Sleep" di Windows 10 yan...

Konfigurasi Fedora Linux

  Secara default setiap distro pasti memiliki konfigurasi bawaan. Dan berikut adalah konfigurasi Fedora Linux yang biasa saya lakukan. Memilih fastest mirror, agar dalam proses update app berjalan dengan cepat. Yaitu dengan cara menambahkan command fastestmirror=true ke dalam file /etc/dnf/dnf.conf. Men-disable upgrade kernel. mengapa demikian? Dari pengalaman saya menggunakan Fedora , saya menemui ketidak stabilan dikarenakan upgrade kernel yang terlalu sering. Yaitu dengan cara menambahkan command excludepkgs=kernel* ke dalam file /etc/dnf/dnf.conf. Mengkonfigurasi bawaan Gnome Shell sehingga tampilannya mirip dengan macOS. Yaitu dengan cara https://purnomohadi.blogspot.com/2020/07/cara-membuat-tampilan-gnome-shell.html + add extension remove app men u agar tampilan top desktop lebih bersih. Menganti font shell dengan font terminus. Mengganti font console dengan Uni3-Fixed16.psf.gz Mengganti font di lingkungan desktop dengan Nunito S...

Office App

Ada yang menarik di ranah mobile app. Bahwa tidak seperti di ranah desktop, untuk keperluan Office Suite yang free dan legal, ada Libre Office. Akan tetapi di ranah mobile, ada beragam jenis pilihan, mulai dari Google Suite seperti Google Docs, Google Sheets, Google Slide, termasuk juga app dari Microsoft seperti Word, Excel dan Power Point. Demikian juga ada dari WPS Office, dan juga Zoho Office, Free Office dan masih ada beberapa yang lain. Sebelumnya, untuk keperluan Office App di ranah mobile, saya gunakan produk-produk dari Google, jadi saya perlu instal 3 app, yaitu Docs, Sheets dan Slides, serta ditambah Acrobat Reader dari Adobe sebagai PDF readernya. Akan tetapi ada hal menarik dari Word buatan Microsoft, ia tidak hanya bisa sebagai editor file dokumen, akan tetapi bisa juga sebagai PDF reader. Kemudian, yang paling menarik dan simple adalah Office dari Microsoft, dimana cukup instal app ini saja, ia bisa mencakup 5 fungsi sekaligus, yaitu : Word, Excel, Power Point, PDF reade...

FEDORA LINUX 33

 "Tak ada gading yang tak retak". Ungkapan tersebut kelihatannya cocok untuk menggambarkan bagaimana distribusi Linux yang ada sekarang ini. Ada berbagai macam distro yang menawarkan kemudahan atau keunikan tersendiri. Akan tetapi ada saja kekurangan minor yang cukup mengganggu. Dalam konteks manajemen paket, ada yang menggunakan paket Debian, RPM, atau bahkan tarbal, yang dipakai distro Slackware. Dalam ranah Debian, kita bisa memilih beberapa distro antara lain: Ubuntu, Linux Mint, atau Debian sendiri. Kemudian di ranah RPM, kita bisa memilih openSUSE, Fedora, Red Hat, Centos dan lain sebagainya. Distribusi Linux tidak melulu soal bagaimana sebuah paket (app) dikelola, akan tetapi ada juga yang disebut desktop environment (lingkungan desktop), yang memberi pengalaman user interface dan user experience. Antara lain yang terkenal adalah Gnome, KDE. Ada juga XFCE, Cinnamon, yang memberi pilihan alternatif yang lebih ringan ketimbang Gnome atau KDE. Saya yang sudah hampir 14 ta...