Skip to main content

Posts

Mengeksplorasi Desktop Environment Dengan Open SUSE

Bila Anda termasuk orang yang suka mengeksplorasi desktop environment, maka distro yang enak untuk itu adalah Open SUSE. Karena dengan beberapa jenis desktop environment bisa kita install pada distro ini tanpa mengalami gangguan. Secara oficial, open SUSE menawarkan desktop environment KDE, Gnome, XFCE, Mate. Akan tetapi kita juga bisa menambahkan desktop environment lain seperti yang ditawarkan distro Solus dengan desktop environment budgie-desktop. Bila ingin mengeksplorasi desktop environment budgie-desktop, bisa dilakukan dengan cara menginstallnya dari software open suse, tinggal masukkan kata kunci budgie-desktop, maka kita bisa install dengan metode 1-click install. Begitu juga bila kita ingin mencicipi desktop environtment Cinnamon. Hal itu bisa kita coba dari software.opensuse.org . Ini adalah kelebihan lain dari Open SUSE yang bisa memberi kesempatan kita untuk mengeksplorasi desktop environment yang lain. Tanpa perlu mendownload file iso dari distro lain. Selamat bereks...

Cara Membuat File Runnable jar Dari Command Line

Jar atau java archieve adalah cara melakukan arsip di pemrograman Java. Dan ini adalah cara yang simple bila kita ingin berbagi aplikasi, karena ada kalanya sebuah aplikasi membutuhkan beberapa class. Bila kita menggunakan Eclipse, maka hal tersebut dapat dikerjakan dengan mudah. Disini, akan saya jelaskan bagaimana cara membuat file runnable .jar dari command line. (1) Bila itu hanya melibatkan satu class, maka cukup ketik. Misal nama file class-nya adalah Demo.class. Maka cara membuat file Demo.jar adalah sbb: jar -cfe Demo.jar Demo Demo.class * Demo.jar merupakan target output file name jar-nya. Kita bisa   menggunakan nama lain selain Demo dalam kasus ini. * Demo adalah tempat method main() berada. * Demo.class adalah class yang diperlukan oleh method main(). (2) Bila sudah melibatkan beberapa class. Sebagai contoh method main()-nya ada di BoxDemo, yang melibatkan dua buah class yaitu BoxDemo.class dan Box.class. Maka kita bisa membuat runnable jar-nya sebagai berikut. Misal ki...

Gnome

Ini adalah desktop environment yang saya suka sejak versi 2.x atau dikenal dengan Gnome Classic. Dan sekarang dengan munculnya Gnome 3.x atau biasa disebut dengan Gnome Shell sudah mengalami perkembangan yang amat sangat bagus. Dan sekarang saya sudah menemukan konfigurasi Gnome Shell yang keren, yaitu dengan menggunakan Gnome Extension Dash to Dock. Jadi secara default, dash ini hanya akan muncul bila kita tekan tombol super. Akan tetapi dengan extension tadi, maka ia bisa kita letakkan di bottom dan akan auto hide secara inteligence bila ada window yang menimpanya.   Selain itu, kita juga menjadi sangat mudah dalam mengelola aplikasinya, karena bisa langsung klik tombol "Show Application" dari dash ini, tanpa harus menekan tombol super terlebih dahulu. Selain sebagai short cut ke aplikasi, dash to dock juga sekaligus berfungsi sebagai window list. Dan dengan demikian, tampilannya menjadi simple dan mirip sekali dengan Apple Mac OS X. Alangkah baiknya bisa extension ini ...

Jangan Langsung Migrasi ke Slackware

Pesan ini adalah pesan yang bijak bagi Anda yang selama ini dimanjakan oleh OS seperti Windows dan bermaksud untuk migrasi ke Linux. Mengapa demikian? Karena bila Anda langsung ke Slackware, bisa saya jamin, bahwa Anda akan frustasi dibuatnya. Mengingat selama ini Anda selalu dimanjakan oleh Windows, dalam hal instal software favorit Anda. Karena yang Anda lakukan hanya download file installernya, kemudian double klik dan selesai sudah. Dalam hal ini Anda perlu membuat strategi jembatan sebelum menjadi seorang Linux geek. Yaitu dengan menggunakan distro yang mirip dengan Windows, dalam hal managemen paketnya. Disini, yang saya rekomendasikan adalah dengan menggunakan distro Open SUSE. Distro ini, diinstal dalam mode grafis. Dan paket-paket tambahannya bisa diinstal dalam mode grafis juga. Dan sudah ada banyak paket aplikasi yang dibuat khusus untuk distro ini. Selain itu, kita bisa mencarinya dari website software.opensuse.org. Kita bisa seach aplikasi non standard dari sana. Dan biasa...

Mengembalikan Ubuntu ke Tradisi Unix

Distro Ubuntu ini bertujuan agar mempermudah penggunanya dalam menangani komputernya. Antara lain adalah dengan menghilangkan password root. Dan kemudian membuat satu account yang bisa digunakan sebagai 'root'. Akan tetapi dibalik kemudahan ini tersimpan potensi serangan peretas. Mengapa demikian? Dalam penggunaan sehari-hari, kita biasanya login sebagai normal user. Akan tetapi bila normal user tersebut memiliki otoritas sama dengan root, maka begitu peretas bisa mengambil alih password kita tersebut. Maka secara otomatis, peretas sudah bisa mengambil alih komputer kita. Untuk menghindari hal tersebut, alangkah baiknya kita memberikan perbedaan otoritas yang jelas antara root dan normal user. Untuk menjadikannya seperti ini, maka ada beberapa hal yang perlu kita lakukan pada distro Ubuntu ini agar bisa kembali ke tradisi Unix yang sebenarnya. Secara default, Ubuntu mendisable password root. Dan normal user yang dibuat sewaktu instalasi, akan dimasukkan ke dalam grup...

Fedora 23 XFCE

Distribusi (distro) Fedora adalah project `mainan' Red Hat dalam mengadopsi teknologi terbaru dari dunia open source. Ia memiliki siklus rilis yang cepat, yaitu setiap 6 bulan. Adapun untuk supportnya hanya selama 13 bulan. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin selalu mengikuti perkembangan software terkini, disarankan untuk menggunakan distro ini. Ada hal yang menurut saya menjadi kekuatan Fedora, yaitu adalah bahwa tampilannya dibuat menjadi sederhana, terutama dalam hal management paket via command line. Jadi proses upgradingnya memberi impresi tampilan yang sederhana dan elegan. Adapun untuk urusan multimedia, termasuk di dalamnya masalah suara. Akan terselesaikan saat kita melakukan instalasi VLC Media Player, dari repository rpmfusion. Sebelumnya ikuti cara menambahkan repo rpmfusion dari situsnya yaitu rpmfusion.org . Kemudian cukup lakukan installasi berikut: # dnf install vlc. Maka dnf akan menginstal sebanyak 54 paket, termasuk di dalamnya audio codecs-nya. Oleh karena it...

Live Secure on the Online World

Menarik untuk disimak psikologi para peretas yang suka `ngerjain' yang dominan. Lihat saja bagaimana Windows menjadi OS yang paling banyak dikerjain. Mungkin karena faktor `dominan' itulah yang menyulut serangan para peretas itu. Oleh karena itu, dalam kehidupan online kita saat ini, tentu hal-hal berikut perlu kiranya kita perhatikan dengan seksama. Hal pertama adalah OS yang `paling aman', pengertian `paling aman' disini adalah relatif mendapat serangan peretas paling rendah. Kita bisa melihat bahwa Windows menjadi sasaran utama para peretas. Adapun Mac OS X, jarang mendapat serangan. Apalagi Linux, yang saat ini populasinya masih dibawah 2%. Tentu hal itu menjadikan Linux sebagai sasaran yang kurang menarik untuk dijadikan sasaran tembak. Hal yang kedua adalah browser. Mengapa? Karena sehari-hari kita berkelana di dunia online dengannya. Maka dalam hal ini, direkomendasikan untuk menggunakan open source browser seperti Firefox atau Chrome. Karena keduanya sudah teruj...