Skip to main content

Mengeksplorasi Desktop Environment Dengan Open SUSE

Bila Anda termasuk orang yang suka mengeksplorasi desktop environment, maka distro yang enak untuk itu adalah Open SUSE. Karena dengan beberapa jenis desktop environment bisa kita install pada distro ini tanpa mengalami gangguan.
Secara oficial, open SUSE menawarkan desktop environment KDE, Gnome, XFCE, Mate. Akan tetapi kita juga bisa menambahkan desktop environment lain seperti yang ditawarkan distro Solus dengan desktop environment budgie-desktop.
Bila ingin mengeksplorasi desktop environment budgie-desktop, bisa dilakukan dengan cara menginstallnya dari software open suse, tinggal masukkan kata kunci budgie-desktop, maka kita bisa install dengan metode 1-click install.
Begitu juga bila kita ingin mencicipi desktop environtment Cinnamon. Hal itu bisa kita coba dari software.opensuse.org.
Ini adalah kelebihan lain dari Open SUSE yang bisa memberi kesempatan kita untuk mengeksplorasi desktop environment yang lain. Tanpa perlu mendownload file iso dari distro lain.
Selamat bereksplorasi !

Comments

Popular posts from this blog

Auto-Fill-Mode di Emacs

  Berikut adalah cara agar auto-fill-mode bisa aktif secara global di emacs. Yaitu tambahkan dua kode berikut pada file ~/.emacs (add-hook 'change-log-mode-hook 'turn-on-auto-fill) (setq-default auto-fill-function 'do-auto-fill) Demikian. 

Anomali di Web Whatsapp

  Bagi pengguna Linux OS, saat menggunakan aplikasi Whatsapp pada umumnya akan menggunakan aplikasi web whatsapp. Berbeda dengan Windows yang disediakan aplikasi whatsapp desktop. Selama ini, saya tidak menemui kendala. Akan tetapi akhir-akhir ini muncul anomali, dimana saya tidak bisa membuka Group Info dari sebuah grup whatsapp.  Dari berbagai sumber ada yang menyarankan untuk membuang cache, cookies dari browser. Akan tetapi beragam jenis solusi yang ditawarkan, akhirnya untuk kasus tersebut cukup sederhana solusinya. Yaitu saat melakukan login pastikan window browser tidak terbuka secara full screen, cukup buka window browsernya setengah layar, maka anomali tersebut hilang dengan sendirinya.

Visual Studio Code Untuk Belajar Python, C, C++ dan C#

Setelah mencari IDE (Integrated Development Environment) apa yang terbaik untuk mendevelop Python, Akhirnya saya mendapatkan pencerahan setelah menemukan Visual Studio Code . Rupanya ada perbedaan antara IDE dengan Editor. Bila Editor adalah semacam text editor saja, seperti notepad++, Emacs, vim, maka IDE adalah editor + compiler. Oleh karena itu, maka IDE biasanya lebih berat dalam hal performance. Karena memang membundle editor + compilernya. Secara default, Visual Studio Code didesain bagi pengembang aplikasi web, yang meliputi html, css, java script, type script. Jadi untuk mendevelop bahasa pemrograman seperti Python, perlu sedikit cara agar bisa digunakan juga sebagai compiler. Setting Python Tekan F1, lalu ketik Task: Configure Taks Runner. Kemudian gantilah "command" : "python.sh", "isShellCommand" : true, "showOutput" : "always", "args" : ["{$file}"] Itu artinya bila kita menjalankan task runner (run ...