Skip to main content

Gnome

Ini adalah desktop environment yang saya suka sejak versi 2.x atau dikenal dengan Gnome Classic. Dan sekarang dengan munculnya Gnome 3.x atau biasa disebut dengan Gnome Shell sudah mengalami perkembangan yang amat sangat bagus. Dan sekarang saya sudah menemukan konfigurasi Gnome Shell yang keren, yaitu dengan menggunakan Gnome Extension Dash to Dock. Jadi secara default, dash ini hanya akan muncul bila kita tekan tombol super. Akan tetapi dengan extension tadi, maka ia bisa kita letakkan di bottom dan akan auto hide secara inteligence bila ada window yang menimpanya.
 
Selain itu, kita juga menjadi sangat mudah dalam mengelola aplikasinya, karena bisa langsung klik tombol "Show Application" dari dash ini, tanpa harus menekan tombol super terlebih dahulu. Selain sebagai short cut ke aplikasi, dash to dock juga sekaligus berfungsi sebagai window list.

Dan dengan demikian, tampilannya menjadi simple dan mirip sekali dengan Apple Mac OS X. Alangkah baiknya bisa extension ini kedepan diadopsi menjadi terintegrasi dengan baik pada Gnome release selanjutnya. Karena fitur ini membuatnya menjadi efisien.

Cukup tambahan satu buah extension dan semuanya menjadi indah. Seolah saya menemukan keindahan Mac OS X di Linux. Cool !



Comments

Popular posts from this blog

Auto-Fill-Mode di Emacs

  Berikut adalah cara agar auto-fill-mode bisa aktif secara global di emacs. Yaitu tambahkan dua kode berikut pada file ~/.emacs (add-hook 'change-log-mode-hook 'turn-on-auto-fill) (setq-default auto-fill-function 'do-auto-fill) Demikian. 

Visual Studio Code Untuk Belajar Python, C, C++ dan C#

Setelah mencari IDE (Integrated Development Environment) apa yang terbaik untuk mendevelop Python, Akhirnya saya mendapatkan pencerahan setelah menemukan Visual Studio Code . Rupanya ada perbedaan antara IDE dengan Editor. Bila Editor adalah semacam text editor saja, seperti notepad++, Emacs, vim, maka IDE adalah editor + compiler. Oleh karena itu, maka IDE biasanya lebih berat dalam hal performance. Karena memang membundle editor + compilernya. Secara default, Visual Studio Code didesain bagi pengembang aplikasi web, yang meliputi html, css, java script, type script. Jadi untuk mendevelop bahasa pemrograman seperti Python, perlu sedikit cara agar bisa digunakan juga sebagai compiler. Setting Python Tekan F1, lalu ketik Task: Configure Taks Runner. Kemudian gantilah "command" : "python.sh", "isShellCommand" : true, "showOutput" : "always", "args" : ["{$file}"] Itu artinya bila kita menjalankan task runner (run ...

Java Tutorial Getting Started

Baru saja menyelesaikan Getting Started, meliputi: Your First Cup of Java The Java Phenomenon The “Hello World” Application The “Hello World” Applet Common Problem (and Their Solution) Yang dipelajari: Java 2SE version 1.4.2 Result: Good job. There is no error found!