Skip to main content

Posts

Perawatan Tubuh

Pertama kali melihat sabun Dettol , lalu coba saya browsing ke dettol.co.id , ternyata yang paling penting itu adalah unsur anti bakterinya. Dan akhirnya dari sekian jenis sabun mandi yang ditawarkan. Saya memilih menggunakan Dettol Fresh warna kuning. Ternyata setiap habis mandi, saya merasa bersih. Kemudian beralih ke pasta gigi, awalnya aku lihat bekas pasta gigi yang dipakai dengan merk Enzim . Kok aneh ya, ada tulisan "tanpa detergent", setelah coba aku browsing dan pelajari di internet, ternyata kondisi air ludah kita itu sudah rusak, akibat adanya bahan detergent dalam pasta gigi kita. Mengapa gigi dari fosil manusia purba selalu utuh? Tidak rusak? Ternyata disitulah kekuatan air ludah yang sifatnya melindungi gigi dari kerusakan. Dan bahan detergent dalam pasta gigi itu yang merusak fungsi asli air liur kita. Saya bersyukur semenjak 31 Maret 2010, saya ganti pasta gigi ke Enzim, dan ternyata keluhan-keluhan gigi ngilu saat makan, mulai hilang. Akhirnya aku menyadari, ...

Firefox 3.6

Setiap ada release baru, Firefox selalu menawarkan fitur baru yang lebih baik. Sebelumnya bila di Windows, kita gampang saja bila ingin mengupgrade dari versi 3.5 ke 3.6. Lain ceritanya bila kita menggunakan Ubuntu, kita mesti menunggu release resmi dari paket ubuntu tersebut. Tetapi ternyata saya orangnya tidak sabaran untuk segera mencicipi fitur baru tersebut. Meski diberitakan ini hanyalah minor update dari versi 3.5, walau demikian tetap saja saya ngiler.. Akhirnya saya ikuti saja instruksi how to install Firefox 3,6 dari website mozilla.com secara langsung, meskipun hal itu tidak direkomendasikan oleh ubuntu. Akhirnya berhasil juga, instalasi dari file tar.bz2-nya. Hm... Firefox 3.6 is faster! with gecko layout engine 1.9.2 Good Deed!

Text Editor

Sewaktu masih di Windows kita kenal text editor standart bawaan Windows yaitu notepad. Setelah itu, saya mencoba untuk untuk menggunakan text editor yang lain, yaitu PS-pad, Ultra Edit, lalu yang menurut saya paling asyik itu notepad++. Begitu pindah dalam lingkungan Linux, maka secara default saya menggunakan Gedit. Text editor ini saya gunakan untuk mempelajari bahasa Java, dan ternyata ada syntax highligthed seperti di notepad++. Akan tetapi sewaktu saya mengkompilasi source code-nya, maka saya perlu pindah-pindah ke Terminal. Setelah mengutak-atik Ubuntu Software Center, saya menemukan text editor yang lain. Akhirnya ketemu dengan Medit , ada keunikan dari text editor yang satu ini. Karena selain ada syntax highlighted untuk berbagai bahasa termasuk bahasa Java. Ada fiturnya yang unik, yaitu adanya tombol Terminal. Jadi tidak perlu pindah-pindah ke Terminal lagi. Cukup di klik, untuk masuk ke Terminal bila kita bermaksud untuk mengkompilasi source code bahasa Java kita. Ternyata di...

No Dual OS Anymore

Setelah sekian lama menggunakan sistem dual OS, maka hari ini saya putuskan untuk menggunakan Ubuntu secara full tanpa Windows. Thanks ternyata proses migrasi itu bisa berjalan dengan lancar. Perasaan yang tadinya merasa takut untuk berubah ternyata saya bisa membuktikan bahwa saya bisa berubah. Muncul perasaan merdeka dalam diri, karena sudah tidak ada ketergantungan lagi. Dan yang lebih penting adalah apa yang saya gunakan sekarang itu legal dan halal. Insya Allah membawa berkah. Aplikasi Favorit saya di Ubuntu, untuk browsing tentu saja Firefox, lalu Thunderbird untuk keperluan berkirim e-mail. Sedangkan urusan musik saya serahkan kepada Banshee. Tak lupa saya install Cairo Clock, yang memperindah tampilan desktop gnome saya. Untuk keperluan tulis menulis tentu saya gunakan Open Office. Thanks for the Open Source community. Start from now onwards, I will keep on using open source. Dan hari ini adalah pembuktian bahwa saya bisa hidup dengan Linux. Good Deed!

Tentang gnome

Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan distro ubuntu. Dikarenakan mudah dipakai dan tidak ribet. Lalu kita bisa langsung berkarya. Ada sifat saya yang cepat bosan dengan theme yang disajikan. Sewaktu menggunakan Windows, hal itu sangat terbatas. Kalaulah ada kita harus mendownload filenya dengan ukuran yang besar, semacam Vista transformation pack, atau vista inspirat. Tetapi dengan linux, dan gnome saya bisa berekspresi dengan sangat mudah dan cepat. Bila ingin ganti bentuk button, tinggal download. Bila bosan dengan bentuk window border, tinggal diganti. Semuanya itu sudah tersedia dengan free dan legal di website-nya gnome di art.gnome.org Nah dengan begitu, kegiatan komputasi sehari-hari jadi tidak membosankan. Dan bisa memberikan keleluasaan bagi kita. Karena kita bebas memilih sesuka hati. Dan tidak ikut dalam program penyeragaman bagaimana kita berinteraksi dengan komputer kita. So please keep on using Linux, Ubuntu and gnome...

Tentang Linux dan Bahasa Java

Awalnya sungguh mengasyikkan membaca konsep open source yang berkembang. Kemudian tertarik untuk menggunakannya. Awalnya hanya sekedar iseng untuk diinstall dual boot di komputer yang baru saja dibeli. Mandrake diinstal didalamnya, dengan KDE. Linux secara konsep dasarnya bagus, karena di desain dari awal sebagai multi tasking, multi threading dan multi user. Jadi beda jauh dengan DOS yang pada awalnya disesain untuk single tasking. Masih inget dulu sewaktu menggunakan DOS, lalu menjalankan WS untuk menulis dokumen.. kita harus mematikan aplikasi WS dulu, sebelum menjalankan aplikasi Lotus 1-2-3, misalnya. Pada jaman itu, hanya DOS lah yang saya kenal. Awal Kenal Komputer Awal perkenalan saya dengan komputer dimulai jaman SMA dulu, bahkan sampai kursus basic komputer, dengan DOS, WS, Lotus 1-2-3 dan dBase IV. Kemudian memperdalam pemrograman BASIC. Berlanjut di masa kuliah, mempelajari Pascal sebagai sarana untuk mempelajari pemrograman terstruktur. Bahasa Mesin Berkembang, perkenalan ...

Enaknya pake distro apa ya?

Setelah mencoba menggunakan linux, pertama yang saya gunakan adalah distro mandrake (sekarang mandriva), kemudian red hat, debian, fedora, lalu ubuntu... Sewaktu menggunakan mandrake, hanya sekedar klak-klik saja. Lalu fedora, ini saya sampai ikutan kursus bagaimana melakukan instalasi fedora. hehehe... Pengalaman menggunakan fedora, tidak bisa muter CD music :(... akhirnya ketemu ama ubuntu, nah disini baru bisa muter CD musik, makanya agak lebih mendalami lagi.. bukan sekedar klak-klik... tetapi juga mempelajari dari sisi sistem-nya.. Nah sewaktu saya main ke rumah teman kuliah dulu, yang sudah mahir lebih dulu di Linux, dia bilang : kalau pengin tahu tentang linux dengan baik, pake Slackware saja. Slackware itu mbah-nya distro... Seperti kita tahu bahwa kalau mandrake/mandriva, fedora itu distro turunan dari redhat, lalu ubuntu itu distro turuan debian... eh ternyata Slackware itu root-nya distro... hm... Dan setelah berhasil mencoba Slackware, benar juga bahwa kalau pengin mempelaj...