Skip to main content

Alternatif PDFTK


Bila selama ini, saya sudah terbiasa menggunakan pdftk (pdf tool kit) untuk memanipulasi file pdf, maka ternyata sudah ada alternatif yang secara default sudah ada di Linux, yaitu poppler-utils, dimana ada beberapa command yang bisa kita gunakan.
Sebagai contoh, kita ingin memisahkan sebuah file pdf yang memiliki 10 halaman, kemudian kita ingin memecahnya menjadi halaman-halaman yang terpisah, cukup gunakan command berikut:

$ pdfseparate file.pdf out-%d.pdf

Maka file.pdf yang terdiri dari 10 halaman akan menghasilkan out-1.pdf, out-2.pdf, sampai pdf-10.pdf.
Ini sama dengan perintah pdftk berikut:

$ pdftk file.pdf burst

Kemudian bila kita ingin menggabungkan beberapa halaman file pdf sesuai dengan urutan yang kita inginkan, maka kita gunakan perintah:

$ pdfunite out-6.pdf out-4.pdf out-2.pdf hasil.pdf

Maka file hasil pdf akan terdiri dari 3 halaman yaitu out-6.pdf, out-4.pdf dan out-2.pdf.
Demikian.

Comments

Popular posts from this blog

Auto-Fill-Mode di Emacs

  Berikut adalah cara agar auto-fill-mode bisa aktif secara global di emacs. Yaitu tambahkan dua kode berikut pada file ~/.emacs (add-hook 'change-log-mode-hook 'turn-on-auto-fill) (setq-default auto-fill-function 'do-auto-fill) Demikian. 

Anomali di Web Whatsapp

  Bagi pengguna Linux OS, saat menggunakan aplikasi Whatsapp pada umumnya akan menggunakan aplikasi web whatsapp. Berbeda dengan Windows yang disediakan aplikasi whatsapp desktop. Selama ini, saya tidak menemui kendala. Akan tetapi akhir-akhir ini muncul anomali, dimana saya tidak bisa membuka Group Info dari sebuah grup whatsapp.  Dari berbagai sumber ada yang menyarankan untuk membuang cache, cookies dari browser. Akan tetapi beragam jenis solusi yang ditawarkan, akhirnya untuk kasus tersebut cukup sederhana solusinya. Yaitu saat melakukan login pastikan window browser tidak terbuka secara full screen, cukup buka window browsernya setengah layar, maka anomali tersebut hilang dengan sendirinya.

Visual Studio Code Untuk Belajar Python, C, C++ dan C#

Setelah mencari IDE (Integrated Development Environment) apa yang terbaik untuk mendevelop Python, Akhirnya saya mendapatkan pencerahan setelah menemukan Visual Studio Code . Rupanya ada perbedaan antara IDE dengan Editor. Bila Editor adalah semacam text editor saja, seperti notepad++, Emacs, vim, maka IDE adalah editor + compiler. Oleh karena itu, maka IDE biasanya lebih berat dalam hal performance. Karena memang membundle editor + compilernya. Secara default, Visual Studio Code didesain bagi pengembang aplikasi web, yang meliputi html, css, java script, type script. Jadi untuk mendevelop bahasa pemrograman seperti Python, perlu sedikit cara agar bisa digunakan juga sebagai compiler. Setting Python Tekan F1, lalu ketik Task: Configure Taks Runner. Kemudian gantilah "command" : "python.sh", "isShellCommand" : true, "showOutput" : "always", "args" : ["{$file}"] Itu artinya bila kita menjalankan task runner (run ...