Skip to main content

Bagaimana Mengganti Jenis Font di Linux Console

Setelah mencicipi Debian 7.0 dengan XFCE-nya, saya terkesan dengan performanya, karena ia memang didesain untuk live CD dengan desktop environment XFCE. Dan ternyata meskipun masih dalam kondisi live CD, ia begitu responsif. Selain itu, saya juga menemukan jenis font di console yang begitu indah dan clear. Setelah coba diutak-atik, akhirnya ketemu juga tuh default font-nya, yaitu:CyrAsia-Fixed16.psf.gz
Dan berikut cara bagaimana cara mengubah font di console Slackware agar menggunakan font tersebut.
  1. Copy file tersebut (yang ada di folder /usr/share/consolefonts dari sistem Debian 7.0) ke folder /usr/share/kbd/consolefonts dalam sistem Slackware 14.0.
  2. Change mode file /etc/rc.d/rc.font sebagai file yang executable. Yaitu dengan cara # chmod +x /etc/rc.d/fc.font.
  3. Tambahkan baris berikut ke dalam file rc.font tersebut: setfont /usr/share/kbd/consolefonts/CyrAsia-Fixed16.psf.gz
  4. Reboot system Slackware-nya.
 Demikian ...

Comments

Popular posts from this blog

Auto-Fill-Mode di Emacs

  Berikut adalah cara agar auto-fill-mode bisa aktif secara global di emacs. Yaitu tambahkan dua kode berikut pada file ~/.emacs (add-hook 'change-log-mode-hook 'turn-on-auto-fill) (setq-default auto-fill-function 'do-auto-fill) Demikian. 

Anomali di Web Whatsapp

  Bagi pengguna Linux OS, saat menggunakan aplikasi Whatsapp pada umumnya akan menggunakan aplikasi web whatsapp. Berbeda dengan Windows yang disediakan aplikasi whatsapp desktop. Selama ini, saya tidak menemui kendala. Akan tetapi akhir-akhir ini muncul anomali, dimana saya tidak bisa membuka Group Info dari sebuah grup whatsapp.  Dari berbagai sumber ada yang menyarankan untuk membuang cache, cookies dari browser. Akan tetapi beragam jenis solusi yang ditawarkan, akhirnya untuk kasus tersebut cukup sederhana solusinya. Yaitu saat melakukan login pastikan window browser tidak terbuka secara full screen, cukup buka window browsernya setengah layar, maka anomali tersebut hilang dengan sendirinya.

Visual Studio Code Untuk Belajar Python, C, C++ dan C#

Setelah mencari IDE (Integrated Development Environment) apa yang terbaik untuk mendevelop Python, Akhirnya saya mendapatkan pencerahan setelah menemukan Visual Studio Code . Rupanya ada perbedaan antara IDE dengan Editor. Bila Editor adalah semacam text editor saja, seperti notepad++, Emacs, vim, maka IDE adalah editor + compiler. Oleh karena itu, maka IDE biasanya lebih berat dalam hal performance. Karena memang membundle editor + compilernya. Secara default, Visual Studio Code didesain bagi pengembang aplikasi web, yang meliputi html, css, java script, type script. Jadi untuk mendevelop bahasa pemrograman seperti Python, perlu sedikit cara agar bisa digunakan juga sebagai compiler. Setting Python Tekan F1, lalu ketik Task: Configure Taks Runner. Kemudian gantilah "command" : "python.sh", "isShellCommand" : true, "showOutput" : "always", "args" : ["{$file}"] Itu artinya bila kita menjalankan task runner (run ...