Skip to main content

Slackware

Setelah lama menggunakan Ubuntu. Akhirnya pindah haluan ke Slackware. Dan Alhamdulillah, ternyata Slackware adalah distro yang stabil dan ringan. Aku putuskan untuk menggunakan xfce. Dan ternyata xfce memberikan performa yang lebih cepat ketimbang gnome.
Dibanding dengan ubuntu + gnome; Slackware + xfce memberikan performa yang lebih ringan dan cepat. Eh.. ternyata Slackware itu gampang juga kok. Asal kitanya mau belajar. Dan mau berubah, jangan mau dimanjakan dengan klak-klik klak-klik saja.
Karena ada filosofinya, yaitu:
Bila kita menggunakan Ubuntu, maka kita akan belajar tentang Ubuntu. Bila kita menggunakan Fedora, maka kita akan belajar tentang Fedora. Akan tetapi, bila kita menggunakan Slackware, maka kita akan belajar Linux.
Belajar Linux itu mudah, dan aku rekomendasikan untuk mempelajarinya dari The Linux Command Line. Yang bisa di donlut free disini.

Cheers !

Comments

Popular posts from this blog

Auto-Fill-Mode di Emacs

  Berikut adalah cara agar auto-fill-mode bisa aktif secara global di emacs. Yaitu tambahkan dua kode berikut pada file ~/.emacs (add-hook 'change-log-mode-hook 'turn-on-auto-fill) (setq-default auto-fill-function 'do-auto-fill) Demikian. 

Anomali di Web Whatsapp

  Bagi pengguna Linux OS, saat menggunakan aplikasi Whatsapp pada umumnya akan menggunakan aplikasi web whatsapp. Berbeda dengan Windows yang disediakan aplikasi whatsapp desktop. Selama ini, saya tidak menemui kendala. Akan tetapi akhir-akhir ini muncul anomali, dimana saya tidak bisa membuka Group Info dari sebuah grup whatsapp.  Dari berbagai sumber ada yang menyarankan untuk membuang cache, cookies dari browser. Akan tetapi beragam jenis solusi yang ditawarkan, akhirnya untuk kasus tersebut cukup sederhana solusinya. Yaitu saat melakukan login pastikan window browser tidak terbuka secara full screen, cukup buka window browsernya setengah layar, maka anomali tersebut hilang dengan sendirinya.

Visual Studio Code Untuk Belajar Python, C, C++ dan C#

Setelah mencari IDE (Integrated Development Environment) apa yang terbaik untuk mendevelop Python, Akhirnya saya mendapatkan pencerahan setelah menemukan Visual Studio Code . Rupanya ada perbedaan antara IDE dengan Editor. Bila Editor adalah semacam text editor saja, seperti notepad++, Emacs, vim, maka IDE adalah editor + compiler. Oleh karena itu, maka IDE biasanya lebih berat dalam hal performance. Karena memang membundle editor + compilernya. Secara default, Visual Studio Code didesain bagi pengembang aplikasi web, yang meliputi html, css, java script, type script. Jadi untuk mendevelop bahasa pemrograman seperti Python, perlu sedikit cara agar bisa digunakan juga sebagai compiler. Setting Python Tekan F1, lalu ketik Task: Configure Taks Runner. Kemudian gantilah "command" : "python.sh", "isShellCommand" : true, "showOutput" : "always", "args" : ["{$file}"] Itu artinya bila kita menjalankan task runner (run ...