Skip to main content

Asyiknya Dunia Open Source


Bila Anda sudah terbiasa menggunakan software proprietary, maka bila sudah menemui titik jenuh, maka Anda akan kembali ke penjual software untuk mencari yang sesuai dengan keinginan Anda. Lalu apa yang terjadi? Upgrade adalah jawaban yang akan Anda terima. Yang biasanya menuntut upgrade dari sisi hardware juga, agar software yang upgrade tersebut bisa berjalan.

Kondisi ini jauh berbeda dengan open source, bila kejenuhan menghampiri Anda. Maka Anda akan memperoleh alternatif lain. Bila Anda bosan dengan tampilan icon-nya, maka Anda bisa menggantinya sesuai dengan keinginan Anda. Bila Anda bosan dengan desktop managernya, Anda bisa berganti desktop managernya. Bahkan yang paling ekstrim, bila Anda bosan dengan distro A, maka Anda bisa ganti ke distro B, demikian seterusnya.

Ditambah dengan perkembangan kernel Linux yang selalu berkembang, maka bila Anda bosan dengan kernel linux versi tertentu, Anda bisa mengcompile-nya sendiri. Asyik bukan?

Dan ternyata dengan open source, Anda bisa hidup kok. Jangan takut dengan perubahan. Ikuti keasyikkan mempelajari hal-hal yang baru di dunia open source. Maka Anda akan memperoleh ilmu yang lebih banyak dan bervariasi lagi. Banyak pilihan distro, banyak pilihan desktop manager, banyak pilihan tampilan, tema, icon, fonts dan lain-lain.

All it is free and legal.

Comments

Popular posts from this blog

Auto-Fill-Mode di Emacs

  Berikut adalah cara agar auto-fill-mode bisa aktif secara global di emacs. Yaitu tambahkan dua kode berikut pada file ~/.emacs (add-hook 'change-log-mode-hook 'turn-on-auto-fill) (setq-default auto-fill-function 'do-auto-fill) Demikian. 

Anomali di Web Whatsapp

  Bagi pengguna Linux OS, saat menggunakan aplikasi Whatsapp pada umumnya akan menggunakan aplikasi web whatsapp. Berbeda dengan Windows yang disediakan aplikasi whatsapp desktop. Selama ini, saya tidak menemui kendala. Akan tetapi akhir-akhir ini muncul anomali, dimana saya tidak bisa membuka Group Info dari sebuah grup whatsapp.  Dari berbagai sumber ada yang menyarankan untuk membuang cache, cookies dari browser. Akan tetapi beragam jenis solusi yang ditawarkan, akhirnya untuk kasus tersebut cukup sederhana solusinya. Yaitu saat melakukan login pastikan window browser tidak terbuka secara full screen, cukup buka window browsernya setengah layar, maka anomali tersebut hilang dengan sendirinya.

Visual Studio Code Untuk Belajar Python, C, C++ dan C#

Setelah mencari IDE (Integrated Development Environment) apa yang terbaik untuk mendevelop Python, Akhirnya saya mendapatkan pencerahan setelah menemukan Visual Studio Code . Rupanya ada perbedaan antara IDE dengan Editor. Bila Editor adalah semacam text editor saja, seperti notepad++, Emacs, vim, maka IDE adalah editor + compiler. Oleh karena itu, maka IDE biasanya lebih berat dalam hal performance. Karena memang membundle editor + compilernya. Secara default, Visual Studio Code didesain bagi pengembang aplikasi web, yang meliputi html, css, java script, type script. Jadi untuk mendevelop bahasa pemrograman seperti Python, perlu sedikit cara agar bisa digunakan juga sebagai compiler. Setting Python Tekan F1, lalu ketik Task: Configure Taks Runner. Kemudian gantilah "command" : "python.sh", "isShellCommand" : true, "showOutput" : "always", "args" : ["{$file}"] Itu artinya bila kita menjalankan task runner (run ...