Skip to main content

Susah BAB?

Ini sebenarnya merupakan pengalaman pribadi saja. Dan ingin aku share, siapa tahu bermanfaat. Kalau pada umumnya, orang tidak BAB paling-paling 2 atau 3 hari, itu masih wajar, akan tetapi apa yang aku alami itu berbulan-bulan tidak BAB. Apanya yang salah?

Setelah membaca buku dari The Miracle of Enzym karya Hiromi Sinya, maka aku dapatkan tips berikut. Yaitu begitu bangun pagi, lalu minum air putih dulu minimal 2 gelas. Kemudian untuk sarapan, pilih makan buah terlebih dahulu. Awalnya aku pilih apel. Menjelang siang, sekitar jam 10 atau jam 11-an baru aku mulai makan yang agak berat.

Ternyata, dengan hanya merubah urutan di saat pagi hari, yaitu dengan makan buah dulu --yang notabene makanan yang mengandung serat--, baru makan nasi (karbohidrat). Maka dengan mudah aku bisa BAB dengan lancar. Selang 1 jam kemudian setelah makan buah, langsung tuh BAB-nya lancar. Jadi itu kuncinya, yaitu urutannya makan buah, baru makan yang berat-berat. 

Selain apel, aku juga terkadang menggantinya dengan buah pisang, dan cukup efektif juga. Dan ada inovasi dari makan pisang ini dari aku, yaitu cara penyajiannya adalah sbb:

Iris-iris pisang tersebut, lalu taburi dengan ceres. Lalu dimakan deh dengan garpu.

Asyik tuh.. :)

Selamat mencoba.

Comments

Popular posts from this blog

Linux Yang Baik Hati

Ada beberapa pengguna Windows yang kadang curhat ke aku tentang gangguan virus saat mereka berkomputasi. Salah satunya adalah saudaraku sendiri yang tergolong end user.

Mengapa file-file yang ada di flash disknya kok tiba-tiba menghilang? Atau mengapa jadi aneh?

Rupanya setelah aku periksa dengan Linux tentu saja, terlihat jelas bahwa ada virus disana. Yaitu jenis virus yang menyembunyikan file-nya dan membuat shortcut ke folder yang akan di eksekusi seolah-olah itu adalah file kepunyaan pengguna. Akan tetapi disitulah jebakan batman-nya. Yaitu kode jahat yang akan dijalankan, begitu kita meng-klik short cut tsb.

Bila kita menganalisa dengan  Windows, maka fenomena keanehan tersebut akan berjalan. Karena virus tersebut memang didesain untuk menyasar Windows.

Akan tetapi bila kita menggunakan Linux, maka jelas sudah bahwa itu adalah kerjaan sebuah virus. Dan sudah beberapa kali aku menemui kasus seperti itu. Dan akhirnya apa yang aku lakukan?

Cukup aku ambil data yang di sembunyikan…

Masalah "Open Containing Folder" di Firefox

Sebagaimana lazimnya bila kita sudah selesai mendownload sebuah file dengan menggunakan Firefox, maka kita akan menuju ke folder tempat file tersebut di download. Ada sedikit permasalahan, saat kita menggunakannya di lingkungan Linux.


Bukan aplikasi file manager yang terbuka, akan tetapi kadang-kadang malah aplikasi lain, seperti Audacious.
Mengapa hal tersebut bisa terjadi di lingkungan Linux? Karena di Linux, tidak ada standardisasi file manager yang dipakai. Ada yang menggunakan nautilus, konqueror, dolphin, thunar, dll.
Untuk XFCE, dengan file manager Thunar. Berikut adalah cara untuk memecahkan masalah tersebut:
Edit file mimeapps.list berikut

$ nano ~/.local/share/applications/mimeapps.list
Pada bagian [Default Applications], tambahkan baris berikut:

inode/directory=Thunar.desktopDemikian.

How To Make XFCE Looks Like Gnome Shell

Sekilas Anda akan melihat bahwa tampilan berikut mirip desain dari desktop environment Gnome Shell, padahal ini adalah dekstop environment XFCE.































Berikut adalah app yang saya tambahkan:
xfce4-datetime-plugin, yang digunakan sebagai pengganti info clock di top panel.xfce4-whiskermenu-plugin, yang digunakan sebagai pengganti "Activities".Kedua app tersebut saya dapatkan dari slackbuilds.org.

Adapun konfigurasi separator pada top panel adalah sebagai berikut:

























Dari pengalaman saya, bisa disimpulkan bahwa ada satu hal yang menjadi inti dari inovasi Gnome Shell, yaitu kegunaan tombol "Super" (atau tombol keyboard dengan lambang Windows) yang akan menampilkan semua menu. Ini adalah ide yang genuine dari Gnome Shell untuk tidak selalu bergantung kepada mouse. It's a cool thing.