Linux Text Editor

Perlu dipahami terlebih dahulu bahwa dalam lingkungan Linux dikenal
istilah: "everything is file". Maksudnya semua resource
yang ada dalam sebuah sistem komputer dengan OS Linux, akan
diberlakukan sebagai sebuah file. Termasuk node (titik koneksi) ke
sebuah device.

Oleh karena itu, maka text editor adalah aplikasi yang penting dalam
dunia Linux. Berikut adalah road map/jalan yang mungkin enak untuk
dipelajari terlebih dahulu untuk bisa memahami text editor berdasarkan
pengalaman saya.


(1) Gedit
Gedit adalah text editor yang masih berbasiskan GUI. Ini mirip sekali
dengan Notepad dalam lingkungan Windows. Gedit atau Gnome Edit,
merupakan project dari Gnome untuk text editor. Karena GUI, jadi kita
tinggal klak-klik klak-klik saja dengan menggunakan mouse. Mudah sekali.

(2) Nano
Nano adalah text editor yang berbasiskan text console. Akan tetapi bisa
juga dijalankan melalui terminal. Cara menggunakannya $ nano
Begitu masuk ke nano editor, langsung bisa mengetik text. Untuk
menyimpan, tulis Ctrl-O WriteOut. Nano adalah text editor yang
paling sederhana dalam modus text console.

(3) Vi/Vim
Vi/Vim (Vi improved) merupakan text editor klasik di Unix. Dan
ini merupakan text editor yang biasanya sudah ada saat kita melakukan
instalasi Linux. Mengingat default intalasi Linux itu biasanya sudah
ada aplikasi vi/vim, maka perlu kiranya untuk dipahami paling tidak
fungsi dasarnya. Text editor ini lazim dipakai oleh seorang installer
Linux. Dan oleh karenanya, maka vim menjadi text editor favorit
diantara Linux geek. Sedikit info yang bisa saya jelaskan disini
bahwa, begitu Anda masuk ke vi atau vim:
$ vim
maka, cara pertama adalah ketik huruf 'i' untuk masuk ke mode
--INSERT-- setelah itu. Baru setelah itu, bisa kita mulai
pengetikan. Untuk menyimpan file, :w enter (tekan Esc, lalu titik dua
dan huruf 'w', lalu enter). Untuk keluar dari vim ketik :q (ketik Esc,
titik dua, lalu q). Untuk yang lainnya, silakan pelajari sendiri dari
$ vimtutor. Vim ini bisa memiliki modus text console atau GUI.

(4) Emacs
Emacs bukan text editor biasa. Akan tetapi bisa juga digunakan
untuk keperluan lain, yang bisa disesuaikan dengan keperluan kita. Ada
penulisan diary, calendar, directory editor, dll. Untuk membuka ketik:
$ emacs
Untuk mempelajari tekan Ctrl-h t (notasi C-h t). Dalam tutorial ini,
saya sarankan Anda membacanya sampai selesai. Untuk membuka file:
C-x C-f. Untuk menyimpan file: C-x C-s. Kalau ingin keluar dari Emacs,
ketik: C-x C-c.
Perlu sedikit pemahaman dari kita, bila kita ingin nyaman dalam
menggunakan Emacs editor ini, yaitu dengan cara memahami terminologi
pemrograman, seperti echo, buffer, mini buffer, dll. Maklum saja, yang
membuat aplikasi ini memang dibuat oleh seorang programmer yang
genius.
Seperti halnya Vim, Emacs bisa dijalankan dalam modus text console
atau GUI. Akan tetapi bila kita jalankan dari terminal maka Emacs
akan masuk ke modus GUI. Modus text console hanya bisa dijalankan bila
kita ada di dalam shell prompt.

Konklusi
(1)
Urutan dalam mempelajari text editor Linux diatas adalah prefensi
berdasarkan pengalaman saya. Bila Anda langsung ke Vim atau Emacs,
maka Anda biasanya akan merasa aneh. Dan biasanya tidak betah, apalagi
sebelumnya Anda terbiasa menggunakan aplikasi text editor Notepad di
Windows. 

(2)
Semua text editor memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing,
dan itu semua dikembalikan kepada Anda untuk memilihnya. Sungguh, itu
semua adalah anugerah dari free open source software (FOSS), yang
menawarkan taste/rasa yang berbeda. Jadi ada demokrasi dalam dunia
software. Which one is the best? All is up to you. Which one is
suitable with your purpose.

Adieu!

Comments

Popular posts from this blog

Masalah "Open Containing Folder" di Firefox

Office App In The Cloud

How To Make XFCE Looks Like Gnome Shell